Menpora Sebut Olahraga adalah Investasi, Bukan Beban Anggaran

Ringkasan Berita
  • Menteri Erick Thohir menegaskan olahraga bukan beban anggaran tetapi investasi strategis untuk menggerakkan ekonomi, meningkatkan kesehatan, dan membangun kebanggaan nasional.
  • Ia mengapresiasi kolaborasi di Festival Mbois 11 Malang dan mencontohkan event olahraga menciptakan rantai ekonomi dari tiket, kuliner, UMKM, jasa, hingga pajak.
  • Olahraga sejak usia dini dinilai sebagai investasi kesehatan yang dapat menekan beban biaya kesehatan di masa depan.
  • Menpora mendorong penguatan ruang publik seperti Car Free Day di 514 daerah untuk mempertemukan olahraga, UMKM, dan aktivitas masyarakat secara inklusif.
  • Pembangunan ekosistem olahraga dikaitkan dengan masa depan generasi muda menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda 2028, mengajak semua pihak merumuskan arah bangsa.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan olahraga tidak boleh lagi dipandang sebagai beban anggaran, melainkan investasi strategis yang mampu menggerakkan ekonomi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan membangun kebanggaan nasional.

Pesan itu disampaikan saat mengunjungi kawasan UMKM dan Malang Sportainment dalam rangkaian hari ketiga Festival Mbois 11 Malang Menyala di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8/2026). 

Ia mengapresiasi kolaborasi Pemkot Malang, Pemprov Jatim, ICCN, TVRI, serta komunitas dalam mendorong ekosistem olahraga dan ekonomi kreatif. Erick mengatakan, “Olahraga itu bukan biaya, tetapi investasi yang menciptakan keekonomian.”

Ia mencontohkan event olahraga yang menciptakan rantai ekonomi, mulai dari tiket, kuliner, UMKM, jasa, hingga pajak. Ia juga menekankan olahraga sejak usia muda dapat menekan beban biaya kesehatan di masa depan.

“Kalau masyarakat dari awal berolahraga, itu investasi kesehatan,” tuturnya.

Selain nilai ekonomi dan kesehatan, Erick menilai olahraga memiliki makna strategis sebagai simbol kebanggaan bangsa.

“Ketika bendera Merah Putih berkibar, itu menunjukkan siapa kita. Ada kebanggaan di sana,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menpora mendorong penguatan ruang publik berbasis olahraga melalui gerakan Car Free Day di 514 kota/kabupaten. Konsep ini dinilai mampu mempertemukan olahraga, UMKM, komunitas, kuliner, dan aktivitas masyarakat secara inklusif.

Ia juga mengaitkan pembangunan ekosistem olahraga dengan masa depan generasi muda menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

“Dua tahun lagi 100 tahun Sumpah Pemuda. Mau ke mana 100 tahun ke depan pemuda Indonesia?” ujarnya, sembari mengajak semua pihak merumuskan arah bangsa bersama. (dad/mar)