Hadir di Muktamar ke-35 NU, Baznas RI Berikan Layanan Kesehatan hingga Beasiswa Santri

Ringkasan Berita
  • Baznas RI terlibat dalam Muktamar NU ke-35 dengan menyediakan fasilitas makanan 15.000 porsi ZChicken melalui Program Bank Makanan, yang melibatkan mustahik sebagai tenaga kerja pemberdayaan.
  • Layanan kesehatan disediakan melalui enam posko medis Rumah Sehat Baznas, didukung empat ambulans, satu mobil klinik, serta pembagian 3.200 vitamin dan posko istirahat 24 jam.
  • Aspek kebersihan dijaga oleh 200 relawan dari IPNU dan warga binaan yang melakukan pemilahan, pemungutan, dan pengolahan sampah di lokasi muktamar.
  • Baznas meluncurkan Program Beasiswa Santri 2026 di Ponpes Alwahabiyah untuk menjamin keberlanjutan pendidikan santri dari berbagai daerah di Indonesia.
  • Keterlibatan Baznas mencerminkan komitmen lembaga negara dalam mengoptimalkan dana zakat melalui kemitraan terpadu dengan ormas Islam, yaitu NU.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Dalam rangka menyukseskan perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia hadir dan menerjunkan berbagai program fasilitas pendukung selama Muktamar berlangsung.

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan pihaknya memfasilitasi kebutuhan peserta hingga warga setempat lewat penyediaan makanan, fasilitas kesehatan, penanganan kebersihan lingkungan, hingga alokasi beasiswa pendidikan santri 2026.

Menurut Sodik, keterlibatan pihaknya merupakan wujud komitmen lembaga negara dalam mengoptimalkan dampak dana zakat melalui kemitraan bersama ormas Islam, yang dijalankan secara terpadu melalui kerja sama antara Baznas pusat, Baznas Jatim, dan Baznas Jombang.

“Sebagai badan resmi pemerintah, Baznas selalu siap berkolaborasi dengan elemen masyarakat Islam untuk menyokong agenda publik yang berdampak luas. Di Muktamar NU kali ini, kami menghadirkan serangkaian program yang kegunaannya bisa dirasakan langsung,” ujar Sodik di lokasi Muktamar, Kamis (27/8/2026).

Di sektor konsumsi, Baznas menyalurkan sebanyak 15.000 porsi paket ZChicken berbasis Program Bank Makanan di sekitar area pesantren.

Proses pembuatan hingga pembagian paket makanan tersebut memberdayakan para mustahik yang menjadi binaan Baznas. Langkah ini sengaja diambil agar para penerima manfaat dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pendapatan dari kegiatan besar ini.

Sektor kesehatan juga menjadi prioritas utama. Melalui jaringan Rumah Sehat Baznas, disiagakan enam posko medis di area dekat Gerbang Makam KH Wahab Hasbullah.

Layanan ini diperkuat oleh armada empat unit ambulans, satu mobil klinik, serta pembagian 3.200 suplemen vitamin dan minyak aromaterapi.

“Untuk menjaga stamina peserta, Baznas turut membuka posko istirahat 24 jam dengan fasilitas minuman hangat gratis,” ungkap Sodik.

Sedangkan pada aspek kebersihan, Baznas mengerahkan 200 tenaga relawan yang terdiri dari anggota IPNU dan warga binaan. Mereka bertugas menjaga sanitasi lokasi Muktamar melalui kampanye pemilahan, pemungutan, hingga pengolahan sampah.

Bersamaan dengan rangkaian Muktamar, Baznas secara resmi mengakhiri agenda di Jombang dengan meluncurkan Program Beasiswa Santri Baznas 2026 yang terpusat di Ponpes Alwahabiyah.

“Program bantuan biaya pendidikan ini dirancang untuk menjamin keberlanjutan studi para santri dari berbagai pelosok Nusantara,” pungkasnya. (aan/msn)