Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pendidikan Rp112 Juta untuk 112 Murid di Jombang

JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan afirmasi senilai Rp112 juta kepada 112 murid SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Jombang, Jumat (29/8).

Penyerahan bantuan dipusatkan di SMKN 3 Jombang. Masing-masing murid menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta.

Rinciannya, bantuan diberikan kepada 30 murid SLB, 26 murid SMA, dan 56 murid SMK. Selain bantuan uang tunai, masing-masing penerima juga mendapatkan sepasang sepatu dari Gubernur Khofifah.

Khofifah menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dalam melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Program tersebut juga menjadi upaya untuk memastikan tidak ada anak yang harus berhenti sekolah karena terkendala kebutuhan penunjang pendidikan.

“Kita keliling di banyak daerah karena ada sekitar 50.000 anak-anak SLB, SMA, dan SMK yang mendapatkan support beasiswa afirmasi. Satu murid mendapatkan Rp1 juta. Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, dukungan afirmasi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pendidikan yang masih harus ditanggung keluarga.

“Insha Allah dengan bantuan biaya ini bisa membantu meringankan kebutuhan pendidikan para murid. Termasuk dari bpopp bisa meringankan beban murid yg dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan di dalam kelas.

Pendidikan juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, membangun karakter, menumbuhkan kemandirian, meraih prestasi, sekaligus mempersiapkan masa depan anak-anak.

Karena itu, ia berharap bantuan pendidikan tersebut tidak hanya dipandang berdasarkan nilai nominalnya. Menurut Khofifah, di balik setiap bantuan terdapat cita-cita anak yang perlu dijaga, perjuangan orang tua yang harus didukung, serta masa depan yang perlu dipersiapkan bersama.

“Pendidikan harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Khofifah mendorong satuan pendidikan di Jombang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Sekolah juga harus mampu membentuk peserta didik yang terampil, mandiri, kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pendidikan harus mampu membekali anak-anak kita bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” katanya.

Menurut Khofifah, sekolah harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar bekerja sama, berinovasi, mengelola potensi, memecahkan persoalan, serta membangun kemandirian.

Di Jombang terdapat 133 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB yang terdiri atas 45 SMA, 72 SMK, dan 16 SLB. Besarnya ekosistem pendidikan tersebut, kata Khofifah, merupakan kekuatan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan.

Dari ekosistem pendidikan tersebut, murid SMA, SMK, dan SLB di wilayah Jombang telah mencatatkan 193 prestasi, terdiri atas 69 prestasi tingkat internasional dan 124 prestasi tingkat nasional.

Khofifah mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional maupun internasional menunjukkan murid-murid Jombang memiliki kecerdasan, keterampilan, dan kemampuan luar biasa untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

“Apresiasi ini kita berikan kepada anak-anak yang sudah menjadi juara, baik nasional maupun internasional. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta prestasi tersebut dikawal secara serius oleh para guru dan satuan pendidikan agar dapat menjadi pintu pembuka bagi murid untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.

Menurutnya, capaian prestasi yang telah diraih para murid harus diikuti dengan pendampingan dan pemetaan peluang pendidikan lanjutan. Dengan demikian, prestasi yang diraih sejak jenjang SMA, SMK, maupun SLB dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam meraih cita-cita.

“Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Ini yang harus dikawal oleh para guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan dan menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, murid yang meraih medali emas atau gold medal pada kompetisi nasional telah memiliki peluang mendapatkan beasiswa melalui jalur prestasi. Terlebih bagi mereka yang mampu meraih prestasi di tingkat internasional.

“Anak-anak yang mendapatkan gold medal nasional itu sudah punya peluang untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi, apalagi yang internasional,” ujarnya.

Khofifah menilai capaian prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras para murid, pendampingan guru, dukungan orang tua, serta ekosistem pendidikan yang terus dibangun bersama.

Ia pun berpesan kepada para murid berprestasi agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang telah diraih, kata Khofifah, harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

“Jangan berhenti pada capaian hari ini. Jadikan setiap prestasi sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih pencapaian yang lebih tinggi,” ujar Khofifah.

Kepada para penerima bantuan dan murid berprestasi, Khofifah berpesan agar terus belajar dan tidak takut bermimpi besar. Ia ingin generasi muda Jawa Timur tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, inovatif, adaptif, dan berintegritas.

“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, dan prestasi bukan alasan untuk cepat berpuas diri,” tegasnya.

Khofifah berharap bantuan pendidikan afirmasi dan apresiasi terhadap prestasi tersebut semakin memotivasi peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi.

“Pemprov Jatim akan terus mendorong pendidikan yang berkualitas dan inklusif serta membuka kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya. (dev/van)