Ringkasan Berita
- Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, beserta jajaran Forkopimda Plus turut serta sebagai peserta lomba Agustusan di CFD Jalan Dhoho. Vinanda meraih juara pertama dalam lomba memasang besek, sementara Wakil Wali Kota juara dalam lomba menggiring bola dengan terong.
- Acara ini menampilkan 14 jenis perlombaan yang dibedakan untuk kategori anak-anak dan dewasa. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti berbagai lomba tradisional.
- Walikota menekankan bahwa lomba Agustusan adalah sarana memaknai kemerdekaan dengan sukacita dan memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta persatuan. Perlombaan dinilai bukan semata tentang menang atau kalah, tetapi sebagai kesempatan berkumpul dan saling mendukung.
- Perlombaan kategori anak-anak meliputi memasukkan bendera, trenggiling kardus, makan bubur, dan lainnya. Kategori dewasa mencakup lomba makan pisang, menggiring bola dengan terong, dan lomba ngedot, sementara lomba lintas usia termasuk makan kerupuk dan balap karung.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Semangat kemerdekaan dirayakan melalui berbagai permainan rakyat dalam Lomba Agustusan yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Minggu (30/8/2026).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama jajaran Forkopimda Plus turut serta menjadi peserta lomba. Ia menjajal lomba memasang besek dan berhasil meraih juara pertama.
Sementara Wakil Wali Kota Kediri keluar sebagai juara dalam lomba menggiring bola dengan terong. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti 14 jenis perlombaan yang disiapkan, mulai dari kategori anak-anak hingga dewasa. Vinanda juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang, termasuk apresiasi bagi peserta yang belum meraih juara.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan lomba Agustusan di CFD Jalan Dhoho. Jadi hari ini ada sekitar 14 jenis lomba. Kita bedakan dari kategori anak maupun kategori dewasa,” ujarnya.
Menurut dia, lomba Agustusan menjadi sarana memaknai kemerdekaan dengan sukacita sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Saya berharap kegiatan ini bisa dijadikan kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat gotong royong, rasa persatuan, serta membangun kota kita tercinta,” tuturnya.
Ia menegaskan, perlombaan bukan semata soal menang atau kalah, melainkan kesempatan untuk berkumpul, saling mendukung, dan mempererat persatuan. “Untuk masyarakat, selamat mengikuti lomba Agustusan ini dengan sukacita,” pungkasnya.
Adapun perlombaan kategori anak-anak meliputi memasukkan bendera, trenggiling kardus, makan bubur, memindahkan air dengan spons, serta lomba kelereng. Kategori dewasa mencakup lomba makan pisang, menggiring bola dengan terong, dan lomba ngedot.
Sedangkan lomba yang bisa diikuti semua usia antara lain makan kerupuk, memasukkan pensil dalam botol, memasang besek, balap karung, pukul balon pakai baju, serta mengeluarkan bola dari kardus. (uji/mar)










