Jaga Pasokan Listrik Jawa-Bali, PLN NP UP Tanjung Awar-Awar Gelar Simulasi Tanggap Darurat BCP

TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT PLN Nusantara Power (NP) UP Tanjung Awar-Awar menggelar simulasi tanggap darurat nasional berskala besar yang berfokus pada business continuity plan (BCP), Senin (31/8/2026).

Simulasi BCP ini dirancang untuk menguji strategi pemulihan operasional agar bisnis tetap berjalan stabil dan cepat bangkit saat diterpa krisis maupun bencana.

Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan, menjelaskan bahwa simulasi ini mengambil skenario penanganan krisis di area vital fuel oil tank (FOT). Langkah ini bertujuan menguji keandalan sistem proteksi internal sekaligus efektivitas strategi BCP perusahaan.

"Jadi simulasi ini dalam rangka memperkuat budaya keselamatan kerja. Dan sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik nasional saat tanggap darurat nasional," ujar Yunan.

Demi suksesnya latihan kesiapsiagaan ini, manajemen menerjunkan personel gabungan yang melibatkan Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) internal, petugas keamanan, hingga koordinasi lintas instansi seperti Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan aparat keamanan setempat.

"Latihan kesiapsiagaan ini merupakan agenda perusahaan untuk terus memupuk kedisiplinan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh lini operasional," tegas pimpinan asal Kota Kediri tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Asman K3 dan Keamanan PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Gilang, menekankan krusialnya pengujian respons krisis di lapangan secara riil.

Menurutnya, skenario latihan dibuat semirip mungkin dengan kondisi nyata. Pengujian tidak hanya menyasar teknik pemadaman api, tetapi juga mengukur kecepatan respons, efektivitas jalur evakuasi, hingga ketepatan pengambilan keputusan demi mewujudkan target Zero Accident.

"Kami ingin memastikan kondisi unit selalu andal dan pasokan listrik untuk sistem Jawa-Bali tetap aman dalam kondisi apa pun," tegas Gilang.

Gilang menambahkan bahwa keberhasilan simulasi ini mempertegas komitmen perusahaan dalam menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara menyeluruh. Melalui kesiapsiagaan sistem dan personel yang teruji, korporasi optimistis mampu meminimalisasi risiko operasional serta mempertahankan target nihil kecelakaan kerja secara berkelanjutan.

"Langkah ini menjadi bukti nyata penerapan K3 dalam operasional pembangkit PLN Nusantara Power," tambahnya.

Dalam peragaan di lapangan, alur penanganan darurat digambarkan secara presisi. Begitu muncul percikan api yang memicu potensi kebakaran di kawasan FOT, sistem alarm otomatis pembangkit seketika merespons.

Tim ERT langsung bergerak cepat mengisolasi area berbahaya menggunakan foam dan water cannon. Di saat yang sama, petugas keamanan mengevakuasi seluruh pekerja menuju assembly point (titik kumpul) secara tertib.

Berkat koordinasi yang solid dan prosedur yang terukur, skenario krisis berhasil dikendalikan secara menyeluruh dalam waktu kurang dari 50 menit. Aktivasi skenario cadangan operasional pun berjalan lancar sehingga pasokan listrik tetap terjaga stabil.