Ringkasan Berita
- Konsumsi minuman manis berlebihan (seperti soda dan minuman berenergi) dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung hingga 2,45 kali lipat, terutama pada perempuan yang risikonya meningkat sekitar tiga kali lipat.
- Penelitian observasional terhadap 112.284 orang menunjukkan hubungan antara asupan fruktosa tinggi dari minuman berpemanis dengan peningkatan risiko kanker lambung, meski tidak membuktikan hubungan sebab akibat.
- Selain minuman manis, faktor risiko kanker lambung meliputi infeksi bakteri H. pylori, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, usia, dan pola makan tertentu.
- Mengurangi konsumsi minuman manis secara bertahap dengan menggantinya air putih atau teh tanpa gula dapat menjadi langkah pencegahan sederhana untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
- Anak-anak termasuk kelompok yang perlu diwaspadai karena mudah mengakses dan sering mengonsumsi minuman berpemanis dalam kehidupan sehari-hari.
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kanker lambung kini mengintai siapa saja yang memiliki kebiasaan yang satu ini.
Penelitian mengungkapkan, salah satu pemicunya adalah kebiasaan mengonsumsi kebiasaan minuman manis secara berlebihan. Khususnya anak-anak.
Minuman seperti soda, minuman berenergi, dan minuman dengan tambahan gula mudah ditemukan serta kerap dikonsumsi sehari-hari.
Namun, konsumsi secara berlebihan perlu diperhatikan karena penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara kebiasaan tersebut dan peningkatan risiko kanker lambung.
Halaman:




