Program Pembiayaan Bank Jakarta Bantu Pedagang Pasar Kramat Jati Kembangkan Usaha

Ringkasan Berita
  • Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta telah menyalurkan modal hingga Rp48 miliar kepada 167 pedagang di Pasar Kramat Jati. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan perputaran dan skala usaha.
  • Pedagang seperti Rosmani Sitohang (bawang merah) dan Ika Tiara (sembako) melaporkan keuntungan yang meningkat drastis setelah menerima pembiayaan. Dana tersebut juga digunakan untuk kepastian usaha, seperti membayar sewa kios jangka panjang.
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyaksikan akad massal untuk 100 pedagang dengan skema KUR dan Non-KUR hingga Rp500 juta. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas UMKM dan kesejahteraan pedagang.
  • Bank Jakarta berkolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya dalam program ini, yang dinilai konkret mendukung ekonomi kerakyatan. Otoritas juga mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar pedagang dapat mengelola usaha secara sehat.
  • Keberhasilan program di Pasar Kramat Jati membuka peluang untuk dikembangkan di pasar-pasar lainnya di Jakarta. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar tradisional.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menggerakkan distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga membuka peluang bagi pedagang untuk mengembangkan usaha melalui dukungan modal dari Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta.

Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Ia memperoleh pembiayaan sebesar Rp108 juta yang digunakan untuk memperbesar perputaran usaha.

“Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Manfaat serupa dirasakan Ika Tiara, pedagang sembako, yang telah beberapa kali mendapatkan fasilitas pembiayaan. Ia menerima Rp500 juta pada tahap sebelumnya dan Rp400 juta pada pembiayaan terakhir.

Dana tersebut sebagian digunakan untuk membayar sewa kios selama 20 tahun. Ika menyatakan, “Manfaatnya besar banget bagi pedagang untuk mengembangkan usaha.”

Disampaikan pula olehnya bahwa kepastian tempat berdagang memberi ruang lebih fokus dalam mengembangkan usaha sembako. Dukungan modal dari Bank Jakarta disebutnya mendorong peningkatan skala usaha secara signifikan.

“Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta,” katanya.

Dalam kegiatan akad massal, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyaksikan langsung penandatanganan akad kredit bagi 100 pedagang. Program pembiayaan menggunakan skema KUR dan Non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja,” ucapnya.

Ia optimistis dukungan dana permodalan akan meningkatkan kapasitas UMKM dan kesejahteraan pedagang. Rano mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya konkret mendukung ekonomi kerakyatan.

Hingga kini, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang dengan total Rp48 miliar. Kendati demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar pedagang mampu mengelola usaha secara sehat.

“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,” pungkasnya. (rom)