Pemkot Kediri Tegaskan Komitmen Kota Ramah Anak

Ringkasan Berita
  • Wali Kota Kediri menunjukkan kepedulian dengan memastikan korban kekerasan seksual anak mendapat pendampingan trauma dan penanganan optimal, termasuk antar jemput sekolah oleh UPT Rumah Aman.
  • Pemimpin daerah berkoordinasi dengan Kapolres untuk memastikan penanganan kasus maksimal dan menegaskan pelaku harus mendapat tindakan tegas sesuai hukum.
  • Vinanda Prameswati menekankan visi Kota Ramah Anak sehingga kekerasan terhadap anak tidak boleh terjadi, mengingat anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga.
  • Kondisi korban berangsur membaik meski masih trauma, dan pendampingan akan terus dilakukan untuk pemulihan jangka panjang.
  • Kapolres Kediri Kota menyatakan terduga pelaku sudah diamankan dan kasus masih ditangani untuk mendapatkan gambaran utuh kejadian.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menunjukkan kepedulian terhadap korban dugaan kekerasan seksual anak berusia 12 tahun dengan memastikan pendampingan dan penanganan trauma berjalan optimal.

Setelah memastikan kondisi korban, ia berkoordinasi dengan Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu, untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara maksimal.

“Anak-anak ini aset bangsa dan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai ada hal-hal buruk yang mempengaruhi masa depannya. Dengan adanya kejadian ini anak menjadi trauma,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Vinanda menegaskan, terduga pelaku harus mendapat tindakan tegas sesuai hukum agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan visi daerah sebagai Kota Ramah Anak, sehingga kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh terjadi.

Untuk pemulihan, korban mendapat pendampingan harian dari UPT Rumah Aman, termasuk antar jemput sekolah.

“Kondisi saat ini berangsur membaik. Tadi sudah mau komunikasi namun masih trauma. Kami akan terus dampingi dalam pemulihannya,” kata Vinanda.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota menyebut kasus tengah ditangani pihaknya. Ia menyampaikan, “Terduga pelaku sudah diamankan sekitar sehari atau dua hari lalu. Masih kita tangani terus sehingga kita bisa dapat gambaran yang utuh.” (uji/mar)