Ringkasan Berita
- Insiden kesehatan massal terjadi di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026) sore, setelah sejumlah santri mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan. Sebanyak 414 santri mengalami gejala seperti muntah-muntah dan mendapat penanganan medis di enam fasilitas kesehatan.
- MBG terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan apel, serta dikirim sekitar pukul 10.00 WIB dan biasanya dibagikan pada siang hari. Makanan sebanyak sekitar 440 porsi (ompreng) tidak dikonsumsi bersamaan karena sebagian santri masih dalam kegiatan belajar.
- Penyebab pasti keluhan kesehatan, yang diduga keracunan makanan, masih belum diketahui dan sedang dalam proses pemeriksaan oleh petugas terkait. Jumlah korban yang dilaporkan masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring pendataan lebih lanjut.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com – Pendamping Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo, Serka Andik, membenarkan peristiwa yang terjadi di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Kecamatan Tulangan Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026) malam.
Ia menjelaskan, menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada santri di hari tersebut terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
Menurut Andik, MBG dikirim oleh SPPG sekitar pukul 10.00 WIB, dan biasanya dibagikan pada santri sekitar pukul 12.00 WIB.
Jumlah makanan yang dikirim ke Ponpes Mambaul Hikam, lanjut Andik, diperkirakan mencapai sekitar 440 ompreng. Namun MBG tidak dikonsumsi secara bersamaan, karena sebagian santri masih mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Diperkirakan ada sekitar 440 ompreng. Sebagian dimakan siang, sebagian lagi sore karena santri masih ada kegiatan belajar,” jelasnya.
Keluhan kesehatan mulai muncul pada Selasa sore, sekitar pukul 16.00 WIB atau menjelang waktu magrib. Sejumlah santri dilaporkan mengalami muntah-muntah.
Tak lama, ambulans mulai berdatangan ke Ponpes Mambaul Hikam untuk mengevakuasi santri yang mengalami keluhan kesehatan. Para santri kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga Selasa malam, tercatat sebanyak 414 santri mendapat penanganan medis yang tersebar di enam fasilitas kesehatan. Jumlah tersebut masih dalam pendataan pihak terkait dan berpotensi berubah seiring proses pemeriksaan.
Sementara itu, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada ratusan santri tersebut belum dapat dipastikan. Petugas dan pihak terkait masih melakukan pemeriksaan serta pendataan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. (cat/msn)










