SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Gelombang santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, kembali berdatangan ke RSUD R.T. Notopuro, Rabu (2/9/2026).
Sejak subuh hingga menjelang siang, ambulans hilir mudik membawa sedikitnya 24 santri untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Humas RSUD RT Notopuro, Rizqi Maulana, menyebut tambahan pasien tersebut masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keluhan yang dialami relatif sama, yakni diare dan dehidrasi.
“Pasiennya ini tadi masih observasi di IGD. Dari ponpes,” ujarnya.
Dari jumlah tambahan pasien, 6 orang masih dalam observasi dan belum dipastikan apakah harus dirawat inap. Rizqi menjelaskan, reaksi obat biasanya terlihat dalam dua hingga tiga jam, namun keputusan tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Hingga tadi pagi, tercatat 11 santri masih dirawat di RSUD RT Notopuro. Kondisi mereka disebut cukup baik, meski belum diperbolehkan pulang karena masih dalam pantauan dokter.
“Untuk yang dirawat kondisinya alhamdulillah cukup baik. Tapi belum boleh pulang, masih dalam pantauan dokter,” kata Rizqi.
Tambahan pasien diduga berkaitan dengan proses pendataan saat rumah sakit padat pada Selasa malam. Beberapa santri yang sempat pulang kembali datang untuk pemeriksaan, sementara sebagian lainnya kemungkinan belum sempat terdata.
Sebelumnya, ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam sebelumnya mengalami gejala yang diduga terkait keracunan massal.
Dugaan sementara mengarah pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak terkait. (cat/mar)










