Daun Binahong Ternyata Punya Segudang Manfaat, Benarkah Bisa Bantu Atasi Diabetes?

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Daun binahong yang sering tumbuh liar di pagar atau pekarangan rumah ternyata memiliki beragam kandungan yang membuatnya banyak dimanfaatkan dalam pengobatan herbal.

Tanaman dengan nama latin Anredera cordifolia ini berasal dari kawasan Amerika Selatan, seperti Brasil dan Paraguay, sebelum menyebar ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Korea, dan Tiongkok.

Binahong dikenal sebagai tanaman merambat dengan daun tebal berbentuk hati yang mampu tumbuh dengan baik di wilayah beriklim tropis maupun subtropis.

Dilansir dari laman resmi Halodoc, potensi daun binahong sebagai tanaman herbal berkaitan dengan kandungan fitokimia yang cukup beragam.

Beberapa kandungan tersebut antara lain saponin, flavonoid, polifenol, alkaloid, asam askorbat atau vitamin C, serta asam oleanolik.

Saponin memiliki sifat antiseptik dan secara tradisional dikaitkan dengan proses penyembuhan luka serta membantu menjaga kadar kolesterol.

Flavonoid merupakan senyawa antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas sekaligus memiliki aktivitas anti-inflamasi.

Polifenol juga berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat oksidasi.

Sementara itu, alkaloid dan vitamin C turut dikaitkan dengan sejumlah manfaat, termasuk membantu menjaga kadar gula darah, daya tahan tubuh, serta kesehatan kulit.

Asam oleanolik dalam daun binahong juga memiliki sifat anti-inflamasi yang berpotensi membantu meredakan peradangan dan nyeri.

Dengan berbagai kandungan tersebut, daun binahong secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka, menjaga kesehatan pencernaan, serta mendukung pengelolaan kadar gula darah.

Daun binahong juga disebut berpotensi membantu menjaga fungsi ginjal serta mengatasi sejumlah masalah kulit, seperti jerawat dan tanda-tanda penuaan.

Meski demikian, pemanfaatan daun binahong sebagai herbal tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan ginjal.

Cara pengolahan juga perlu diperhatikan dengan memastikan daun berasal dari tanaman yang tidak terpapar pestisida maupun polusi berat.

Sebelum dikonsumsi, daun binahong sebaiknya dicuci menggunakan air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotoran.

Jika diolah dengan cara direbus, daun sebaiknya tidak dimasak terlalu lama karena pemanasan berlebihan berpotensi mengurangi sebagian senyawa yang sensitif terhadap panas.