SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pulutan atau Urena lobata merupakan tanaman semak liar dari keluarga Malvaceae yang kerap ditemukan di pinggir jalan, kebun, maupun tanah kosong.
Meski sering dianggap sebagai gulma, tanaman yang memiliki daun lebar, batang berbulu halus, serta bunga kecil berwarna ungu muda atau merah muda ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan senyawa aktif di dalam pulutan turut membuat tanaman tersebut banyak diteliti sebagai salah satu tanaman herbal yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Berdasarkan uji fitokimia yang dimuat dalam Jurnal Farmasi UMI, daun pulutan mengandung sejumlah senyawa aktif, antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid, dan kardiaglikosida.
Flavonoid dikenal memiliki aktivitas antioksidan, sementara berbagai senyawa lain dalam daun pulutan turut menjadi dasar pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional.
Salah satu pemanfaatan pulutan yang cukup dikenal adalah untuk membantu menangani luka, memar, bengkak, atau keseleo dengan cara menumbuk daun segar kemudian menggunakannya sebagai obat luar.
Rebusan akar atau daun pulutan juga secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan batuk dan keluhan radang tenggorokan.
Pulutan juga disebut memiliki sifat diuretik yang secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu memperlancar buang air kecil.
Selain itu, air rebusan daun pulutan dipercaya secara tradisional dapat membantu meredakan demam karena memiliki potensi sebagai antipiretik alami.
Dalam pengobatan tradisional, daun atau akar pulutan juga dimanfaatkan untuk membantu mengatasi sejumlah gangguan pencernaan ringan, seperti perut kembung, diare, dan sakit perut.
Pulutan turut digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi haid yang tidak teratur, meski manfaat tersebut belum dapat disamakan dengan pengobatan medis yang telah terbukti secara klinis.
Tak hanya itu, daun pulutan yang ditumbuk halus juga secara tradisional digunakan sebagai obat luar untuk membantu menangani bisul dan jerawat yang mengalami peradangan.
Meski memiliki sejarah pemanfaatan sebagai tanaman herbal, penggunaan pulutan untuk mengatasi keluhan kesehatan sebaiknya tetap dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis.




