NGAWI, BANGSAONLINE.com – Sejumlah warga di Kabupaten Ngawi mengajukan perbaikan data tingkat kesejahteraan pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Langkah ini diambil setelah posisi desil ekonomi mereka mendadak naik, padahal tak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Imbas lonjakan desil tersebut dirasakan langsung oleh Muryati (64), warga Dusun Pojok, Desa Beran, Kecamatan Ngawi. Buruh tani yang hidup sendirian ini mengaku baru menyadari perubahan desil setelah beberapa bulan tak lagi menerima bantuan pangan (bapang).
Tak hanya kehilangan bantuan pangan, kepesertaan BPJS Kesehatan gratis miliknya mendadak nonaktif. Hal itu terkuak saat Muryati hendak berobat ke puskesmas sehingga terpaksa merogoh kocek pribadi untuk pengobatan mandiri.
Saat melapor ke pemerintah desa (pemdes), Muryati kaget lantaran statusnya telah bergeser dari desil 3 ke desil 6.
“Saya sebelumnya masuk desil 3, sekarang menjadi desil 6. Bantuan pangan juga sudah tidak menerima. BPJS juga tidak aktif, padahal saya hanya buruh tani dan tinggal sendiri,” tutur Muryati usai mengajukan perbaikan data di balai desa.
Kondisi serupa dialami banyak warga lainnya. Sekretaris Desa Beran, Budiono, membenarkan bahwa pihak desa kerap menerima aduan terkait mandeknya bantuan akibat pengkategorian DTSEN yang tak presisi.
“Setiap hari ada sekitar tiga sampai lima warga yang mengajukan perubahan desil. Banyak yang sebelumnya masuk KPM, sekarang sudah tidak masuk,” terang Budiono.
Budiono menegaskan bahwa alur pemdes sebatas memfasilitasi dan meneruskan usulan pengajuan perbaikan data warga. Adapun proses verifikasi akhir serta penentuan perubahan desil sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
“Kami dari pemerintah desa hanya membantu proses pengajuan. Untuk verifikasi dan apakah datanya bisa berubah atau tidak, itu kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.
Fenomena lonjakan desil ini dinilai merugikan warga rentan miskin. Ketidaksesuaian data DTSEN berisiko mendepak masyarakat miskin dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga pembenahan data berbasis kondisi lapangan mendesak dilakukan.










