Raih Predikat Desa Mandiri, Sembunganyar Gresik Terus Wujudkan Program Pembangunan

Ringkasan Berita
  • Desa Sembunganyar di Gresik tetap berkomitmen melanjutkan program pembangunan meskipun menghadapi pengurangan Dana Desa dari pemerintah pusat.
  • Pemerintah desa merancang program strategis untuk 2027-2028 melalui Musrenbang, mencakup infrastruktur jalan, Posyandu, dukungan pendidikan agama, serta pemberdayaan PKK dan karang taruna.
  • Desa fokus pada penguatan ekonomi dengan mendukung Gapoktan, Bumdes, dan Kopdes Merah Putih sebagai penggerak utama sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga.
  • Kepala Desa menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mencari sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk membiayai pembangunan di tengah efisiensi anggaran.
  • Keterlibatan dan kerja sama seluruh masyarakat dianggap kunci untuk mewujudkan program pembangunan yang telah direncanakan demi kemajuan dan kesejahteraan desa.

GRESIK, BANGSAONLINE.com – Kebijakan pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat tidak menyusutkan semangat Desa Sembunganyar untuk terus mewujudkan program-program pembangunan yang telah dicanangkan.

Sebagai desa yang telah meraih predikat Desa Mandiri, Kepala Desa Sembunganyar, Khobir, mengajak seluruh pemdes untuk mampu berpikir dan kerja keras demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sebagai desa yang telah menyandang predikat Desa Mandiri dalam masa efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah desa diberi tugas untuk mampu berfikir dan kerja keras dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat, baik  di bidang pembangunan sarana dan prasarana, kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang berkelanjutan,” papar Khobir kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (2/10/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah program desa telah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan RKP Desa Tahun Anggaran 2028.

Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, karang taruna, serta perwakilan masyarakat lain.

Program tersebut di antaranya jalan lingkungan, jalan usaha tani (JUT), jalan poros desa (JPD), pembangunan gedung Posyandu di 3 dusun, bantuan operasional TPQ di masing-masing dusun, pemberdayaan tim penggerak (TP) PKK, dan lembaga kemasyarakatan desa (LKD) serta karang taruna.

“Di saat anggaran desa dari pemerintah pusat berupa dana desa (DD) mengalami pengurangan sehingga terjadi efesiensi, Pemdes Sembunganyar dituntut kreatif dan inovatif untuk mencari sumber-sumber pendapatan desa (PADes) untuk pembiayaan pembangunan,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Khobir, Pemdes Sembunganyar fokus dalam mendukung dan memajukan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan koperasi desa (Kopdes) Merah Putih untuk menggerakkan perekonomian masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor pertanian.

“Keberadaan sarana perekonomian tersebut sebagai lokomotif peningkatan ekonomi Desa Sembunganyar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat Sembunganyar untuk mendukung program-program yang telah dicanangkan pemerintah dan saling bekerja sama untuk mewujudkan program untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.

"Tanpa dukungan dan kerja sama masyarakat pemerintah tidak bisa mewujudkan program-program pembangunan yang telah diusulkan oleh masyarakat," pungkasnya. (hud/msn)