SURABAYA (bangsaonline) - Listrik di Surabaya pada tahun 2015 terancam byar-pet bahkan padam total jika pembangunan Gardu Induk (GI) dan saluran udara masih terkendala izin-izinnya.
"Gardu induk dan tower sudah dibangun. Cuma izin-izinnya belum keluar sehingga belum bisa operasional. Padahal kondisi gardu induk di Surabaya beberapa diantaranya sudah hampir melebihi batas kapasitas," ujar DM Komunikasi dan Bina Lingkungan Arkad Matulu PT PLN (Distribusi) Jatim kepada wartawan, Jumat (2/5/2014).
Arkad menjelaskan, di Surabaya ini ada 17 GI yang sudah eksisting dengan total kapasitas 2.100 Mega Volt Amper (MVA/MW). Yakni Darmo, Tandes, Perak, Kupang, Undaan, Wonokromo, Ngagel, Simpang, Ujung, Kenjeran, Babadan, Buduran, Sawahan, Cerme, Sukolilo, Surabaya selatan, Manyar gresik, Moro Krembangan.
"Lima GI sudah diatas batas kapasitas dan sudah harus ditambah. Kapasitas sudah diatas 80 persen seperti GI Tandes, Undaan, Kenjeran, Sukolilo dan Wonokrono. Masalahnya, 5 GI itu tak bisa ditambah kapasitasnya. Karena itu, perlu pembangunan GI baru," terang Arkad.
Dan sejak 2012, empat GI sudah dibangun oleh Unit Induk Pembangunan (UIP) 7, yaitu GI Kalisari 60 MVA, GI Simogunung 120 MVA, GI Kedinding 60 MVA, dan GI Sambikerep 120 MVA.
Hanya, GI-GI itu belum bisa dioperasikan karena banyak kendala. Di antaranya pembebasan lahan untuk tapak tower SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) bahkan ada yang tapak towernya sudah terpasang tapi digergaji oleh pihak yang bertanggungjawab.
Kendala lain, ada perumahan yang tak mau dilewati SUTET seperti perumahan di Makarya Binangun Sidoarjo dan perumahan Sinar Galaxi di Gresik. "Ada juga yang ganti rugi lahan sudah dikasih, tetapi minta lagi. Kendala lainnya, IMB yang tak keluar-keluar seperti IMB SUTET di Simonggunung," terang Arkad.
Selain membangun GI, dilakukan juga penambahan kapasitas dan rekontruksi kabel saluran udara dengan membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di Waru-Rungkut dan Tandes-Ujung, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 KV di Kalisari-Sukolilo dan Kedinding-Kenjeran.
"Targetnya 2015 sudah Commercial Operation Date (COD) atau sudah beroperasi. Jika tidak, bisa dipastikan listrik di Surabaya akan byar pet atau mati total. Bahkan, proyek monorail Pemkot Surabaya terancam tidak bisa jalan," pungkas Arkad.




