Fahri Hamzah Minta Jokowi Insyaf, Istana Desak Menteri BUMN Jelaskan Kereta Cepat

Apalagi cenderung ada perbedaan pada beberapa menteri seperti antara Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Di mana, kata Johan, perbedaan terjadi dari sisi penyampaian. "Menteri Perhubungan dengan Menteri BUMN misalnya. Itu karena tidak ada penjelasan yang sempurna. Karena itu, itu tadi, disampaikan dan dijelaskan secara jelas kepada publik," ujarnya.

Rini, lanjut Johan, diminta Presiden untuk memberi penjelasan secara utuh, terutama pada bagian penjaminan proyek.

"Bu Rini yang diminta menjelaskan pada publik secara sempurna, secara jelas, panjang lebar. Tapi itu sudah ada diminta bisa ditanya hal-hal yang seperti misalnya jaminan. Ternyata yang diminta KCIC itu bukan jaminan kalau bisnis itu rugi, saya setelah mendengar ya, tapi jaminan konsisten dalam regulasi. Ini umum terjadi di mana-mana," papar Johan.

Sebelumnya, politikus Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menilai, Presiden Joko Widodo terburu-buru meresmikan kereta cepat Jakarta-Bandung. Wakil Ketua DPR itu mengaku cemas proyek kereta cepat bisa berakhir seperti mobil Esemka, yang dulu sempat populer diunggulkan Jokowi semasa masih menjadi Wali Kota Solo. Proyek mobil itu mangkrak setelah tak lolos uji emisi. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: