Bupati Lamongan Serahkan Guru dan Mahasiswa Njoki UN ke Polisi

Bupati Lamongan Serahkan Guru dan Mahasiswa Njoki UN ke Polisi
LAMONGAN (bangsaonline) - Bupati Lamongan H Fadeli akhirnya angkat bicara soal ditangkapnya sejumlah guru dan mahasiswa Lamongan oleh Polrestabes Surabaya terkait dengan joki kunci jawaban Ujian Nasional (UN) SMA dan SMP sederajat.

"Kita sepenuhnya menyerahkan pada proses hukum kepada pihak kepolisian," ungkap Fadeli kepada wartawan usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional dialon-alon Lamongan, Jumat (2/5/2014).

Fadeli berharap, oknum guru dan kepala sekolah yang diduga terlibat dalam peredaran kunci jawaban soal UUN ini bersifat individu-individu guru dan kepala sekolah. Ia tidak ingin mereka melibatkan institusi lembaga pendidikannya.

Untuk sanksi, Fadeli menegaskan, kalau memang terbukti bersalah maka yang bersangkutan akan ditindak sesuai aturan yang ada. "Kita lihat dan tunggu dulu proses hukum yang sedang berlangsung," tandasnya.

Diakuinya penangkapan terhadap oknum guru dan kepala sekolah ini sempat membuat dunia pendidikan diLamongan gempar. "Karena itu kita tetap menghargai proses hukum yang tengah berlangsung baik di Polrestabes maupun Polda Jatim," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Agus Suyanto pada kesempatan yang sama usai mengikuti upacara Hardiknas menuturkan, sanksi yang akan diberikan kepada guru dan kepala sekolah salah satu SMA negeri di Lamongan masih akan dikaji terlebih dahulu menunggu adanya putusan hukum yang tetap.

Seperti diketahui, setidaknya 2 guru dan seorang kepala sekolah sebuah SMA Negeri di Lamongan ditangkap petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya karena diduga terlibat dalam kasus jual beli kunci jawaban UN tingkat SMA beberapa waktu di Surabaya. Selain 2 guru dan seorang kepala sekolah, petugas kepolisian juga menangkap seorang mahasiswa sebuah PTN di Surabaya yang kebetulan masih kerabat salah seorang guru tersebut.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Bupati Lamongan Serahkan Guru dan Mahasiswa Njoki UN ke Polisi