Sibuk, Alasan Jokowi Tak Temui Guru Honorer, Massa Siapkan Aksi Lanjutan

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menemui para guru honorer yang ingin menyampaikan aspirasi. Perwakilan para guru honorer hanya diterima Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pratikno menyampaikan alasan Jokowi tidak sempat menemui para guru honorer, karena sibuk dengan tugas yang sudah dijadwalkan. Namun dia mengakui, Jokowi sudah mengetahui adanya aksi demonstrasi para guru honorer di depan Istana sejak Rabu 10 Februari 2016.

"Kemarin jadwal presiden jelas tidak memungkinkan, dan hari ini juga," ujar Pratikno, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sementara mengenai tuntutan para guru honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dia menyerahkan prosesnya kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Karena, rekan-rekan ingin berhadapan dengan Pak Presiden jadi yang dilakukan secepatnya adalah saya melaporkan ke Pak Presiden mengenai aspirasi rekan-rekan tenaga Honorer K2," ucapnya.

Sementara Perwakilan guru honorer terus berupaya bernegosiasi dengan pemerintah. Jika perwakilan honorer kembali ditolak, Ketua Tim Audensi Nasional Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I), Indra mengisaratkan, kemungkinan akan lanjutakan aksi demo.

“Kalau sampai hari ini bapak presiden belum bisa berikan jadwal, kami kembalikan lagi kepada massa,” kata Indra.

Menurut Indra, kemungkinan akan ada demo tambahan masih terbuka. “Kemungkinan ada menambah hari, kemungkinan juga ada aksi lanjutan,” ungkapnya.

Menurut dia, ada aspirasi dari para guru honorer, mereka tetap ingin melakukan pressure (menekan) pemerintah, agar tuntutan bisa mendapat jawaban pasti dari pemerintah Jokowi.

“Yang jelas, kalau nggak ada keputusan, kita akan terus memberikan preasure kepada pemerintah berupa permohonan, melalui aksi susulan,” tukas Indra. (sin/pos/lan)


Sibuk, Alasan Jokowi Tak Temui Guru Honorer, Massa Siapkan Aksi Lanjutan