Kontrak Wisata Ubalan Habis, Dewan Mojokerto Sarankan Pemkab Lebih Selektif Gandeng Investor

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kalangan DPRD Kabupaten Mojokerto turut urun rembug soal pengelolaan Wisata Pemandian Ubalan yang kontrak pengelolaannya dengan investor CV Sari Alam segera berakhir. Sejumlah politisi Dewan mengingatkan agar Pemkab tak gegabah menggandeng pihak ketiga. 

"Kita melihat perjanjian kontrak tersebut cenderung merugikan pemerintah daerah. Sebab, dengan potensi pendapatan yang sedemikian besar, CV Sari Alam hanya dibebani biaya sewa yang nilainya minim," ujar Subandi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Jum'at (11/3).

Politisi Partai Golkar ini berharap Pemkab lebih selektif lagi menentukan investor yang digandeng untuk mengelola obyek wisata milik pemkab ini.

"Minimal Pemkab harus punya hitung-hitungan yang detil terkait seberapa besar potensi yang bisa digali obyek wisata itu. Sehingga bisa relevan menentukan nilai sewa kontraknya dengan pihak ketiga nantinya. Syukur-syukur jika Pemkab bisa mengelola sendiri, sehingga hasil yang didapat bisa maksimal lagi, tentunya dengan menggunakan pola dan konsep manajemen bisnis yang baik," ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto membenarkan jika perjanjian kerjasama pengeolaan pemandian Ubalan Pacet dengan CV Sari Alam berakhir Bulan April ini. Ia mangatakan, untuk sementara, pengelolaan wisata ubalan akan berpindah tangan ke Disporabudpar.

"Bulan April ini kontraknya sudah habis, dan sementara pengelolaannya akan kita handle sendiri. Awal Juni nanti, kita akan tempatkan 20 orang petugas Disporabudpar untuk standby di sana melayani pengunjung yang datang," ujar Didik.

Didik menyebut, sebelum berpindah tangan, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Ini untuk mengetahui seberapa layak kondisi obyek wisata tersebut pasca ditinggal CV Sari Alam.

"Kalau ada yang rusak, kita akan perintahkan mereka untuk perbaiki. Termasuk juga bangunan apa yang belum dipenuhi, kita akan perintahkan untuk memenuhi. Karena ini tertera jelas dalam kontrak kerjasama, jika tidak dilaksanakan kita bisa tuntut mereka," tegasnya.

Didik juga menambahkan, jika lokasi wisata pemandian ubalan ini adalah aset murni Pemkab Mojokerto. Total luasnya sekitar 3 hektar. Sesuai perintah Bupati, rencananya wisata pemandian Ubalan Pacet akan dibongkar total tahun 2017 nanti. Di sana nanti akan dibangun wisata air water park dan resort untuk pengunjung.

"Estimasi biaya sekitar Rp 20 miliar, jika kita bisa kelola dengan bagus, selama 3 tahun modal tersebut bisa kembali atau BEP," tukas Didik.

Disinggung terkait target PAD untuk wisata Ubalan Pacet, Didik menyebut tahun ini targetnya hanya 100 juta. Target tersebut menyesuaikan nilai kontrak dengan pihak CV Sari Alam. "Dalam kontrak hanya disebut tiap tahun target naik sebesar 10 persen, tahun ini kita patok target 100 juta," ucapnya.

Masih menurut Didik, jika rencana Bupati terealisasi tahun 2017 nanti, target PAD wisata ubalan bisa naik lima kali lipat. Ini sesuai dengan potensi yang ada di lokasi tersebut. "Target bisa naik 500 juta per tahun, dan itu realistis sesuai dengan potensinya. Dan karena ini sifatnya profit oriented, maka nantinya akan kita bentuk PT atau BUMD sebagai pengelolanya, ini agar manajemennya bisa lebih profesional lagi," pungkasnya. (yep)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kontrak Wisata Ubalan Habis, Dewan Mojokerto Sarankan Pemkab Lebih Selektif Gandeng Investor