Elpiji 3 Kilo Langka, Sub Agen di Bojonegoro Mengeluh

Elpiji 3 Kilo Langka, Sub Agen di Bojonegoro Mengeluh

BOJONEGORO (bangsaonline) – Gas elpiji kemasan 3 kilogram mulai langka di Bojonegoro. Akibatnya harga gas elpiji kemasan tersebut melonjak tinggi. Para pemilik pangkalan menduga adanya permainan dalam distribusi elpiji.

Menurut Pardiono, pemilik pangkalan elpiji di Dukuh Sambong, Desa/Kecamatan Purwosari, distribusi elpiji tiga kilogram dari agen ke pangkalan tidak merata. Ia cuma dapat jatah 150 tabung elpiji tiga kilogram seminggu dari agen, sementara pangkalan lainnya ada yang dapat jatah 200 tabung elpiji 3 kilogram per hari."Saya sempat tanyakan ke pihak Pertamina, tetapi katanya pembagian elpiji tiga kilogram itu tergantung agen,” ujarnya, Selasa (6/5/2014).

Pardiono menduga kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram terjadi bukan hanya karena ada kenaikan permintaan, tetapi distribusi dari agen ke pangkalan dan pengecer tidak berjalan lancar. Selain itu, diduga ada pihak yang mengambil keuntungan dari kelangkaan elpiji tiga kilogram yang terjadi saat ini. "Distribusi elpiji tiga kilogram tidak berjalan sesuai aturannya,” ujarnya.

Akibat terjadinya kelangkaan ini, harga tabung elpiji tiga kilogram melambung. Harga elpiji tiga kilogram di tingkat agen dipatok Rp12.700 per tabung, kemudian di tingkat pangkalan harga elpiji tiga kilogram di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per tabung, di tingkat pengecer harga elpiji tiga kilogram itu mencapai Rp17.500 hingga Rp18.000 per kilogram.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Basuki, mengatakan, pihaknya sudah melakukan operasi pasar terhadap pasokan elpiji tiga kilogram itu. Ia menyatakan, terjadinya kelangkaan elpiji tiga kilogram itu dipicu adanya peningkatan permintaan. " Sejauh ini kami tidak menemukan adanya pihak yang menimbun elpiji tiga kilogram tersebut,” tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Elpiji 3 Kilo Langka, Sub Agen di Bojonegoro Mengeluh | BANGSAONLINE.com