SURABAYA (bangsaonline) - Kuartal pertama atau periode Januari-Maret 2014, bantuan kecelakaan PT Jasa Raharja Wilayah Jawa Timur turun 17 persen. Tahun lalu Rp 63,9 miliar turun menjadi Rp 53,3 miliar untuk wilayah Jatim saja.
“Kami gencar melakukan sosialisasi mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kecamatan untuk menekan angka kecelakaan,” kata Kepala Jasa Raharja Wilayah Jatim, Armanda Jumat (9/5/2014).
Armanda merinci, hingga kuartal pertama tahun ini donasi untuk korban meninggal cukup tinggi yakni mencapai Rp 30,6 miliar, lalu perawatan Rp 22,03 miliar, cacat Rp 593 juta, dan penguburan mencapai Rp 54 juta.
Armanda mengakui, santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan baik darat, laut, maupun udara mengalami penurunan sejak tahun 2011. "Hanya saja persentase penurunan itu bervariasi dan setiap tahunnya tidak sama. Secara rata-rata, angka penurunan itu mencapai antara 10-15 persen," tandasnya.
Gencarnya sosliasi ini juga dibarengi kerjasama dengan 46 Rumah Sakit (RS) dari 250 RS se Jawa Timur. Mekanisme bantuan ini hanya diberikan kepada korban kecelakaan maksimal Rp 10 juta.
“Kecuali kecelakaan yang bersifat kecelakaan tunggal, tidak bisa kami berikan santunan,” tegasnya.
Selama ini kontribusi sumber pendanaan Jasa Raharja berasal dari angkutan umum, baik darat laut, maupun udara yang besarannya bervariasi. Untuk tiap perusahaan otobus (PO) dan angkutan antar kabupaten/ kota dipungut Rp60 pertiket perpenumpang, selama satu bulan.
“Kita tidak bisa menghitung traffic, karena bisa saja dalam satu hari hanya sekali atau dua kali, itu perumpaan. Jadi setiap tiket yang terjual, itulah yang kita kutip setiap bulannya,” tegasnya. Sedangkan untuk angkutan antar kabupaten dan kota dikutip berdasarkan load factor.
Sementara untuk angkutan pesawat udara metodenya sama dengan PO, tetapi besarannya Rp5.000 setiap penumpangnya. Untuk penyeberangan pertiketnya Rp200 dan kapal laut antar provinsi sebesar Rp2.000.
Sementara untuk kendaraan swasta pengutipan melalui STNK Rp 35.000 per tahun untuk motor dan mobil Rp 143.000 pertahunnya.




