Pastikan Deklarasi Bebas Prostitusi Sukses, Pemkot Dirikan Lima Pos

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Jelang deklarasi Kota Mojokerto bebas prostitusi, sejumlah pos pantau didirikan. Tak hanya itu, beberapa aparat gabungan dari unsur Satpol PP, TNI dan Polri juga disiagakan di pos yang hanya beroperasi malam hari mulai hari ini (2/5).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, sesuai amanat dari Wali Kota Mojokerto, KH. Mas'ud Yunus, tanggal 29 Mei nanti, Kota Mojokerto sudah harus bersih dari praktik prostitusi. Untuk mewujudkan langkah tersebut, Pemkot Mojokerto mulai memasang pos pantau di lima titik yang dinilai rawan praktik prostitusi.

"Di antaranya, di Balong Cangkring, Jalan Raden Wijaya, Jalan Benteng Pancasila, Jalan Raya Bypass dan Kelurahan Surodinawan," ujar Dodik.

Dodik menjelaskan, pos pantau anti prostitusi ini aktif beroperasi mulai tanggal 30 April hingga Desember 2016 mendatang. Selain melakukan pengawasan, pos pantau tersebut juga menerima laporan dari masyarakat terkait kegiatan prostitusi di wilayah Kota Mojokerto.

"Pos ini sifatnya aktif, artinya selain melakukan pengawasan langsung di lokasi, pos ini juga menerima laporan dari masyarakat soal praktik prostitusi di seluruh Kota Mojokerto," tegasnya.

Dodik menyebut, pos pantau hanya aktif di malam hari. Yakni dari mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 02.00 dini hari. Setiap pos pantau disiagakan sebanyak 6 petugas. Mereka berasal dari Satpol PP, Kodim, Polresta, Intel TNI, Denpom dan Linmas.

"Untuk titik yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi, petugas yang disiagakan bisa lebih dari 6 orang," ujarnya.

Masih kata Dodik, selain memasang pos pantau, Pemerintah Kota Mojokerto juga mewajibkan kantor BUMN, BUMD, kafe, karaoke dan hotel memasang spanduk bertuliskan 'Dalam Rangka Menuju Masyarakat yang Bermoral, Kita Ciptakan Masyarakat Kota Mojokerto Bersih Prostitusi'.

"Spanduk ini juga wajib dipasang, ini sebagai himbauan dan peringatan kalau Kota Mojokerto memang tidak mentolelir lagi praktik prostitusi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Mojokerto, KH Mas'ud Yunus memastikan Kota Mojokerto bersih dari praktik prostitusi sebelum tanggal 29 Mei mendatang. Bahkan untuk memuluskan tekadnya, petinggi Pemkot ini sudah membentuk tim khusus dengan menggandeng aparat dari TNI dan Polri untuk melakukan upaya penertiban dan pengawasan praktik prostitusi di Kota Mojokerto. (yep/rev)


Pastikan Deklarasi Bebas Prostitusi Sukses, Pemkot Dirikan Lima Pos