Peringati Harlah Pancasila, PDIP Gresik Tasyakuran

Peringati Harlah Pancasila, PDIP Gresik Tasyakuran Ketua DPC PDIP Gresik, Ir. Hj Siti Muafiyah menyerahkan potongan tumpeng kepada sesepuh PDIP Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

Kemudian kedua, lanjuta Muafiyah, Pancasila sekaligus telah berfungsi sebagai alat efektif yang mempertautkan bangsa yang bhinneka ini ke dalam keikaan yang kokoh. Pancasila telah menjadi magnet yang memberikan alasan bagi kita untuk menerima kemajemukan sebagai anugrah.

"Sebuah fungsi instrumentalistik yang efektif dalam menghindarkan bangsa ini dari kemungkinan terjadi sengketa ideologis berkepanjangan yang cukup banyak bagi bangsa baru telah memakan korban anak-anaknya sendiri," jelasnya.

Di sisi lain, keteguhan masyarakat sebagai kekuatan Pancasilais dalam memperjuangkan Pancasila agar menjadi ideologi yang hidup, mengalami perapuhan. "Untuk itu, ibu Mega dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila mengamanatkan kepada semua pejuang-pejuang Pancasilais," terang Muafiyah.

Pertama, Mega, kata Muafiyah meminta satukan hati, pikiran, ucapan dan tindakan ke dalam satu tarikan nafas perjuangan mewujudkan Pancasila. Jangan pernah biarkan tindakan mengkhianati ucapan.

Kedua, menjadikan gotong royong sebagai intisari Pancasila dalam berpikir, cara tutur, dan cara kerja di manapun dan kapanpun.

"Jangan pernah lelah untuk berpikir dan bertindak secara gotong royong. Hanya dengan cara itu, Pancasila akan menjadi ideologi dinamis yang hidup dan berdialektika di tengah-tengah bangsa yang bhinneka ini," terang Muafiyah.

Dan, ketiga, sebagai bangsa yang sedang menjadi -a nation in the making-, Mega minta agar ingat akan pesan Bung Karno. “Jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu, menjadi satu realiteit, yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa, satu nationaliteit yang merdeka, ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka, yang penuh dengan perikemanusiaan, ingin hidup di atas dasar permusyawaratan, ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid, ingin hidup dengan sejahtera dan aman- janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan, dan sekali lagi perjuangan".

Karenanya, berjuang, berjuang dan sekali lagi berjuang di jalan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan harus menjadi jalan hidup setiap Pejuang Pancasilais. "Hanya dengan cara itu, kita dapat mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur sesuai cita-cita didirikannya Negara Proklamasi 17 Agustus 1945," pungkasnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO