Para MWCNU sampaikankeluhkan infrastruktur dalam forum buka bersama di gedung Segoropuro.
Jika pemerintah mau mengelola makam yang setiap hari banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai wilayah tersebut, ditambah juga oleh hasil dari perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Rejoso, tentu hal itu tidak akan merepotkan anggaran lainya.
Karena, kata Gus Lutfi - panggilan akrab dari ketua MWCNU Rejoso tersebut, yang tahu keadaan wilayahnya yaitu penghuninya sendiri," pungkas dia ketika wawancara di Rumah Dinas Bupati Pasuruan sendiri.
Begitu juga dengan MWCNU Nguling, dia juga berharap masyarakat Nguling jika berobat itu ke rumah sakit Probolinggo. Karena lebih dekat ke arah Tongas Probolinggo dibanding ke Bangil atau ke Kota Pasuruan.
Hal itu ditegaskan ketua MWCNU dari Bangil, Imron Rosyadi. Dia memaparkan bahwa RSUD Probolinggo itu posisinya di perbatasan timur Pasuruan-Probolinggo. "Jadi sangat Strategis jika masyarakat Pasuruan Timur itu berobatnya ke daerah Probolinggo," ujarnya.
Imron juga menjelaskan, saham perekonomian di Nguling itu juga luar biasa. Semisal contoh kecil Depot Rawon Nguling, yang dipakai nama dari daerah Pasuruan, tetapi posisinya di daerah Tongas Probolinggo," jelas dia.
Namun usulan dari beberapa MWCNU tersebut, karena waktunya terbatas sehingga dari perwakilan daerah seperti Wakil Bupati, Sekda, dan Kepala Dinas yang hadir dalam acara pertemuan buka bersama tersebut tidak bisa memberi jawaban.
Rapat tersebut dipimpin oleh Misbahul Munir. Mantan ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dua priode hanya bisa menyampaikan, bahwa usulan-usulan dari beberapa tokoh yang ada di wilayah timur akan diteruskan kepada bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




