SITUBONDO (BangsaOnline) - Penguatan ekonomi perempuan menjadi salah satu rumusan strategis program kerja PC Fatayat NU Situbondo. Selain bidang ekonomi, advokasi bidang pendidikan, kesehatan dan kekerasan bagi perempuan menjadi prioritas kepengurusan PC. Fatayat NU Situbondo kedepan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zainiye, Ketua Fatayat NU Situbondo usai acara pelantikan PC. Fatayat NU Situbondo periode 2014-2019 sekaligus peringatan Isro’ Mi’roj dan Harlah Fatayat NU ke-64 di Kantor NU yang turut dihadiri Bupati, Wakil Bupati beserta sejumlah SKPD, Kamis (29/5).
Menurutnya, populasi penduduk perempuan yang mencapai 65 persen dari total penduduk Situbondo dengan usia produktif mencapai 60 persen, perlu mendapatkan perhatian khusus agar perempuan mampu bersaing sesuai dengan tuntutan kesetaraan gender.
“Dari populasi perempuan di Situbondo yang tidak berdaya dari sisi ekonomi kan juga lebih banyak perempuan, sehingga Penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan karena kita punya lapkop PC. Fatayat NU Situbondo sehingga itu yang akan kita genjot dari sisi koperasinya dan home industri perempuan,” ujar Zeiniye.
Selain penguatan bidang ekonomi, Zeiniye mengatakan penguatan bidang pendidikan juga menjadi prioritas advokasi PC. Fatayat NU Situbondo ke depan. Menurutnya, tantangan dibidang pendidikan untuk pemberantasan buta aksara yang mayoritas perempuan akan disikapi secara serius. “Tantangan itu akan menjadi isu strategis yang nanti kedepan kita akan rumuskan dalam program kerja Fatayat NU,” lanjutnya.
Bidang lainnya yang perlu mendapat perhatian khusus kata Zeiniye, yaitu bidang kesehatan, kekerasan pada perempuan dan advokasi pekerja dan buruh perempuan yang jumlahnya masih cukup tinggi merupakan isu strategis yang tak luput dari rencana focus Fatayat NU Situbondo. “Dalam bidang kesehatan akan kita mitrakan dengan SKPD terkait misalnya penanganan HIV/AIDS kemudian kesehatan reproduksi perempuan,” katanya.
Terkait sikap Fatayat NU Situbondo dalam percaturan Pemilu Presiden mendatang, Zeiniye menyatakan memberikan kebebasan kepada seluruh anggotanya untuk memberikan dukungan kepada siapapun.
“Karena di Fatayat multi, isinya politisi dari berbagai partai, maka kami sampaikan atas nama institusi Fatayat kami bebaskan sahabat-sahabat fatayat untuk memberikan dukungan kepada siapapun. Secara personal jadi tim sukses calon terserah, tetapi harus melepas baju Fatayat,” ujar Politisi PPP yang saat ini menjabat Ketua DPRD Situbondo.



