Bakesbangpol Berharap Pileg di Jember Aman dan Damai

JEMBER (Bangsaonline) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kab. Jember berharap hajatan pemilu legislatif 2014 dapat aman. Karena itu, diperlukan kerjasama antara TNI, POLRI dan seluruh elemen masyarakat untuk kesuksesan pemilu tersebut."Seluruh aspek pengamanan adalah milik kita bersama, sehingga seluruh komponen masyarakat harus ikut bertanggung jawab," kata Widi Prasetyo Kepala Badan Kasatuan Bangsa Kabupaten Jember.


Dikemukakan, masyarakat juga sudah semakin pandai dalam berpolitik sehingga bisa memilih secara rasional dan sesuai hati nurani. Maka dalam penentuan pilihan itu jangan sampai ada intimidasi." disilahkan memilih yang dikehendaki tanpa ada intimidasi. Silahkan pilih partainya yang baik, pilih presiden yang baik agar Indonesia bisa lebih maju," katanya.


Di samping itu,Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kab. Jember,Menjelaskan,sampai detik ini , masih belum melihat adanya persoalan dimasyarakat yang menonjol.Konstelasi politik boleh dibilang sedikit memanas,
tapi pikiran tetap dingin. "Ini yang menjadi harapan kami. Kalau pertarungan sesama partai hingga saat ini masih adem ayem. Kemungkinan mereka melakukan konsulidasi secara terstruktur dilapangan untuk menghindari gesekan," ungkap Widi ditemui di ruang kerjanya.


Menurut Widi, pertarungan partai politik peserta pemilu untuk menarik simpati warga dianggap hal yang wajar. Karena semua partai pingin menjadi partai yang terbaik. Mereka menggunakan strategi sendiri dalam menarik simpatik warga.

"Mereka relatif kompak untuk tidak melakukan black capaign sesama partai poplitik. Apalagi mereka sudah melakukan deklarasi damai antar parpol untuk menciptakan keadaan yang damai, kondusif bermatabat dan berkualitas. Mudah-mudahan semua partai mampu mensosialisasikan ini kepada masa
pendukungnya dan kalau itu dilakukan saya yakin pemilu di Jember aman," harapnya.


Namun yang perlu sedikit diwaspadai terjadinya kerawanan justru gesekan di internal partai politik itu sendiri. Karena dari hasil pengamatan lembaganya, persaingan untuk mencari simpati masyarakat masing-masing calon legeslatif (caleg) di internal partai, terjadi persaingan yang ketat.


"Kami menganggapnya itu hal yang wajar. Karena masing-masing caleg diinternal partai, pingin menunjukkan yang terbaik. Pingin menyampaikan program yang bisa langsung menarik simpati masyarakat. Kami melihatnya hingga saat ini gerakan para caleg masih dalam batas kewajaran dan berjalan sesui koridor yang ada,"jelanya.


Dia mengakui, tingkat kerawanan dikabupaten Jember bisa terdeteksi sedini mungkin dengan melakukan pantauan dan pengawasan dilapangan. Ini merupakan salah satu cara untuk meminimalisir persoalan dilapangan. Namun yang terpinting, seluruh partai politik peserta pemilu harus memberikan
pemahaman tentang berpoltik yang baik kepada calon legeslatif yang diusungnya.

"Jika itu dilakukan oleh seluruh parpol, persoalan atau permasalahan dilapangan tidak akan terjadi," Paparnya.


Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember dengan menggandeng Polres Jember telah menandatangani kesepakatan Damai Pemilu Legislatif 2014. Ada 6 butir kesepakatan yang ditanda-tangani sebagai bukti
peran serta dan tanggung jawab mereka (Parpol-red), dalam menjaga keamanan dan kondusifitas pada saat digelarnya acara pesta demokrasi rakyat.


"Dalam acara itu, perwakilan dari seluruh pihak yang terkait langsung dengan Pemilu, mulai dari penyelenggara Pemilu, pemangku kepentingan dan perwakilan seluruh partai politik peserta Pemilu, membubuhkan tanda tangannya pada 6
butir Deklarasi Kesepakan Damai," ujar Ketua KPU Jember Ketty Tri Setyorini.


Menurut Ketty, 6 butir Deklarasi Kesepatakan Damai itu dibuat berdasarkan hasil koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. Intinya, mengajak semua pihak untuk melaksanakan isi dari kesepakatan tadi, menjunjung tinggi serta mempunyai kesadaran untuk menciptakan kedamaian, serta menjaga kondusifitas keamanan pada saat berlangsungnya Pemilu.


"Karena menjaga keamanan dan kondusifitas pada saat berlangsungnya Pemilu, maka masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata,
melainkan juga tanggung jawab semua pihak," tandasnya.
Ketty menyampaikan himbauannya kepada seluruh partai peserta Pemilu, agar pada saat dilakukan kampanye terbuka 16 Maret hingga 5 April mendatang, kegiatan pengerahan massa dan pelaksanaan kegiatan kampanye hendaklah harus
dilakukan dengan tertib, agar tidak menimbulkan ancaman timbulnya gangguan keamanan.(yud/Adv humas)


Bakesbangpol Berharap Pileg di Jember Aman dan Damai