BOJONEGORO (BangsaOnline) - Menyusul dipecatnya Ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pusat, Nusron Wahid dari kader partai Golkar. GP Ansor Bojonegoro mengecam keras tindakan arogan dan anti demokrasi yang dilakukan oleh ketua umum partai Golkar, Aburizal Bakri (ARB).
Ketua GP Ansor Bojonegoro, Hasan Bisri mengungkapkan, jika ARB memecat Nusron Wahid dari partai Golkar itu karena Nusron mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi Widodo-Jusuf Kalla pada pemilu presiden 9 Juli mendatang.
"Tindakan pemecatan itu sangat arogan, menunjukkan kesewenang wenangan seorang pimpinan partai, dimana dalam alam demokrasi berbeda pendapat dan dukungan adalah hal yang biasa dan lumrah, pemecatan itu disamping arogan juga merupakan tindakan yang anti demokrasi," tandas Bisri melalui pers rilisnya, Kamis (26/6/2014).
Menurut dia, Nusron Wahid adalah kader muda potensial dilingkungan Nahdlatul Ulama (NU), dimana Nusron telah memimpin organisasi pemuda terbesar di dunia, yakni GP Ansor yang mempunyai jumlah anggota terbanyak didunia khususnya dikalangan organisasi pemuda.
Selain itu, dalam pemilihan legislatif pada 9 April 2014 lalu Nusron juga telah berhasil mendapat dukungan penuh dari daerah pemilihannya yaitu Kudus dan Jepara. Hal ini menunjukkan betapa sangat potensialnya Nusron Wahid sebagai kader NU juga generasi muda calon pemimpin negara dimasa depan.
"Dengan pertimbangan tersebut, PC GP Ansor Bojonegoro menuntut kepada ARB juga partai Golkar untuk meminta maaf kepada umat Nahdliyyin yang telah dilukai atas sikap arogan dan anti demokrasi," tegasnya.
Ia juga menuntut untuk mengembalikan hak demokrasi yang telah diraih Nusron Wahid, yakni menetapkan menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2018.
Seperti diketahui, Nusron dipecat dari keanggotaan Partai Golkar karena menyatakan mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka juga dianggap melakukan penentangan terbuka atas keputusan partai.




