Silaturahim Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Machfud Arifin dengan para ulama di PWNU Jatim.
"Indonesia ini sangat besar dan sudah disepakati bersama rakyat Indonesia menolak adanya PKI," kata Irjen Pol Machfud Arifin di lokasi yang sama.
"Itu ada upaya adu domba, mungkin bisa antara aparat dengan aparat dengan masyarakat," tuturnya.
Dia juga menilai ada ingin yang memperkeruh suasana di Madura. Apalagi saat adanya temuan gambar palu-arit di Pamekasan bersamaan harinya dengan kehadiran Rois Aam PBNU yang juga Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin di Sampang.
"Pada saat ada kiai Ma'ruf Amin ke sana (Madura) kok ada itu," tuturnya.
Machfud menegaskan, sampai saat ini kepolisian masih terus menyelidiki temuan gambar palu-arit. "Masih lidik. Saya belum dapat laporan dari bawah," tandasnya.
Machfud meminta masyarakat Jawa Timur menyikapi penemuan gambar palu-arit itu secara jernih. Ia menganggap gambar palu-arit itu sebagai upaya pihak tertentu untuk mengadu domba antara aparat dan masyarakat. Karena itu, dia meminta semua pihak tidak terpancing dan terprovokasi.
Sebelumnya, Kamis, 9 Februari 2017, gambar palu-arit ditemukan di sejumlah titik di Desa Bilaan, Kecamatan Proppo. Di antaranya, ditemukan di tiang jembatan dan di tempat wudu Masjid Al-Ikhlas serta di sejumlah plang dekat kompleks Pondok Pesantren Darut Tauhid.
Gambar serupa ditemukan di sekitar Pondok Pesantren Al-Mujtama, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, dan Banyuanyar. Setelah mendapat laporan tentang temuan gambar palu-arit, polisi dan anggota TNI langsung menghapus atau menutupnya dengan cat warna hitam.(detik.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




