SIDOARJO (bangsaonline) – Puluhan santri yang mengatasnamakan Forum Peduli Santri (FPS) Sidoarjo mendatangi kantor DPD PKS Sidoarjo, di Perum Auri Sidoarjo, Jum’at (4/7) kemarin. Mereka mendesak agar DPP PKS memberikan sanksi pada Fahri Hamzah terkait kicauannya yang menyertakan kata sinting, yakni di akun twitternya, “Jokowi Janji 1 muharrom hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting.@fahrihamzah
Sebelum ngluruk ke kantor DPD PKS Sidoarjo, para santri Sidoarjo menuju ketelah berkumpul di depan Masjid Agung Sidoarjo. Begitu tiba di depan kantor DPD PKS, mereka lalu diminta masuk ke dalam kantor dan ditemui Ketua DPD PKS Sidoarjo Aditya Nindyatman dan Sekretaris DPD PKS Sidoarjo Anang Makruf.
“Kami ingin jawaban apa yang dimaksud sinting agar tidak multitafsir,” cetus Koordinator FPS Sidoarjo, Nur Fauzi.
Dia menuntut agar DPD PKS Sidoarjo meneruskan aspirasi mereka DPP PKS. Aspirasi itu yakni meminta Fahri Hamzah meminta maaf selambat-lambatnya 2 x 24 jam kepada kaum santri secara terbuka atas tulisannya itu, baik sebagai pribadi anggota DPR RI, kader PKS dan anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta.
“PKS Sidoarjo harus menyampaikan aspirasi ini,” pintanya. .
Ketua DPD PKS Sidoarjo Aditya Nindyatman menyatakan bahwa,apa yang ditulis oleh Fahri Hamzah, bukan pernyataan resmi dari PKS. Meski demikian, dia menegaskan bakal mengakomodasi aspirasi yang dibawa FPS Sidoarjo untuk diteruskan ke DPW PKS Jawa Timur dan DPP PKS.
“Kami berharap tabayyun ini memperkuat silaturahim diantara kita,” cetus Aditya.
Terpisah, Ali Masykuri, salah satu alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, berharap semua pihak bisa menahan diri dalam memberikan pernyataan menjelang Pilpres 9 Juli nanti.
“Tidak hanya pak Fahri, kami berharap semua pihak bisa menahan diri. Apalagi saat ini juga bulan suci Ramadan,” cetus Ali Masykuri, yang juga warga Sidoarjo.
Soal tuntutan para santri meminta agar Fahri Hamzah meminta maaf, Ali mendukungnya. Meski demikian, dia berharap para santri, khususnya di Sidoarjo tidak terprovokasi pihak lain menyikapi komentar Fahri di akun twitternya tersebut. “Sikap santri menuntut agar Fahri meminta maaf silahkan jalan terus. Namun jangan sampai terprovokasi pihak lain,” tandas Ali, yang juga alumni Pondok Pesantren An Nidlomiyah Sepanjang Sidoarjo ini. (sta/sho)



