Bupati Gresik Raih Government Award Bidang Investasi Infrastruktur 2017

Bupati Gresik Raih Government Award Bidang Investasi Infrastruktur 2017 Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menerima penghargaan Goverment Award 2017 bidang Investasi Insfrastruktur dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

Dijelaskan dia, penilaian diawali melalui riset dari berbagai referensi. Kemudian tim panitia menentukan 3 nominator untuk tiap bidang. Selanjutnya, para nominator diminta untuk mengirimkan data keistimewaan dari bidang yang dinominasikan.

Tak berhenti sampai di situ, tim panitia juga melakukan observasi ke daerah calon pemenang, melakukan tatap muka dan wawancara dengan akademisi, masyarakat dan Kepala Daerah setempat.

Selanjutnya, hasil itu di diskusikan bersama tim juri untuk menentukan pemenang. “Dinilai dari sisi tersebut, Gresik meraih nilai yang tertinggi dengan berbagai keistimewaan yang dicapai dalam 6 tahun terakhir," ungkap Suyono.

Bukti bahwa Gresik sebagai kabupaten tempat berlabuhnya investor dengan adanya kunjungan para calon diplomat dari Kementerian Luar Negeri.

Para calon diplomat yang dipimpin Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Apasaf) Sudirman Haseng tertarik mengunjungi Gresik Karena Gresik dianggap sebagai berlabuhnya para investor.

"Gresik punya potensi lebih dibanding daerah lain untuk kami promosikan ke luar negeri. Karena semua fasilitas ada di Gresik. Lengkapnya infrastruktur serta industri pendukung, Pelabuhan International, dan stabilitas perburuhan serta kondisi masyarakat yang kondusif merupakan daya tarik bagus untuk investor. Kenyataan ini adalah fakta bahwa Gresik punya potensi yang sangat bagus " ungkap Sudirman Haseng disela menyaksikan maket Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) baru-baru ini.

Kenyataan ini didukung juga oleh Bupati Sambari yang bertekad akan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gresik mencapai Rp 83 triliun pada tahun 2021, yang disumbang dari bidang manufaktur sebesar 49 persen.

Tekad Bupati ini tak hanya sekedar harapan, mengingat perkembangan pada 5 tahun terakhir yaitu sejak tahun 2010 hanya Rp 7 triliun. Tahun 2015 PDRB Gresik mencapai Rp 23 triliun. Dan pada tahun 2021 PDRB ditargetkan menjadi Rp 83 triliun adalah sesuatu yang masuk akal.

Sebab saat ini di Kabupaten Gresik ada 6000 lebih industri dan 53 di antaranya adalah termasuk industri besar. Dari jumlah itu ada sekitar 1.383 Industri yang berorientasi ekspor. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO