Ia meyakini, dalam menghadapi Pilgub Jatim 2018, parpol-parpol akan memprioritaskan mendukung dan mengusung calon yang mendapat dukungan dari kekuatan ormas maupun civil society dibanding dukungan parpol.
"Ormas terbesar di Jatim ada dua, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kalau pasangan Cagub-Cawagub merepresentasikan dua kekuatan ormas tersebut, saya yakin peluang menangnya akan sangat besar," tegas Suko Widodo.
Pertimbangan lainnya, kata Suko, peta geopolitik di Jatim sudah makin terkikis, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi di mana batas wilayah sudah tak lagi menjadi hambatan.
"Kalau dulu geopolitik di Jatim mempertimbangkan keterwakilan antar wilayah seperti Pantura, Mataraman, Arek, Tapal Kuda maupun Madura. Tapi sekarang itu saya yakini sudah tak berlaku karena berkembangnya teknologi informasi," urai alumni FISIP UGM tersebut.










