Beredar Surat Kiai Khos Jatim ke PKB: Kalau Bersatu, Gubernur Jatim Mendatang dari NU

Doktor ilmu politik dari Murdoch University ini mengingatkan, sepanjang sejarah berdirinya provinsi Jawa Timur belum pernah dipimpin seorang nahdliyin. Selama ini Jatim dipimpin oleh kalangan nasionalis maupun militer (purnawirawan). Hal itu tentu ironi karena penduduk Jatim mayoritas NU. Bahkan NU lahir di Jawa Timur sehingga menjadi basis terkuat ormas yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut.

“Hanya persatuan kekuatan NU yang bisa mewujudkan cita-cita Gubernur Jatim dari NU. Saya kira subtansi surat dari kiai tersebut arahnya ke sana,” urai Airlangga Pribadi.

Ceo The Initiative Institute ini mengungkapkan, sebagai ormas besar, NU pastinya memiliki sejumlah tokoh yang potensial untuk memimpin Jawa Timur. Saat ini paling tidak sudah ada sejumlah nama yang muncul ke permukaan seperti Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, Abdul Halim Iskandar, Abdullah Azwar Anas dan Hasan Aminuddin.

Karena banyaknya tokoh yang mempunyai gerbong politik yang berbeda, maka perlu dipersatukan melalui wadah NU dengan inisiatif ulama. Sebab, tanpa satu suara, maka suara NU akan kembali terpecah seperti pilgub sebelumnya. Sehingga berat untuk merealisasikan Gubernur Jatim dari NU. Mengingat, ada calon dari kalangan nasionalis potensial yang diprediksi akan maju dalam pilgub mendatang.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Beredar Surat Kiai Khos Jatim ke PKB: Kalau Bersatu, Gubernur Jatim Mendatang dari NU - Halaman 2