Rapat Koordinasi Mudik, Titik Kemacetan Dipasangi CCTV


SURABAYA (bangsaonline) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo) meminta kepada Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim agar perkuat koordinasi secara rutin dan berkelanjutan dengan jajaran kepolisian menjelang hari raya dan mudik lebaran.

"Semua harus memiliki komitmen untuk menjaga lalu lintas agar terus kondusif sehingga masyarakat bisa melaksanakan lebaran dengan aman dan nyaman tanpa ada gangguan di jalan khususnya selama melakukan mudik lebaran," ujar Pakde, saat memberikan pengarahan pada acara Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2014 di Hotel JW Marriot, Selasa (15/7).

Pakde Karwo secara khusus meminta kepada kepolisian dan dishub agar dalam melakukan tugas dilakukan secara humanis dan ramah. Masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran ingin menunjukkan kepada orang tua di kampung halamannya bahwa mereka telah sukses merantau di daerah. Terkadang, mereka tidak sengaja melanggar aturan lalu lintas yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan.

“Masyarakat Jatim memiliki kultur atau budaya yang berbeda dengan daerah lain. Di Jatim, ada kultur ingin menunjukkan kepada orang tua bahwa mereka telah sukses merantau dan ingin menunjukkan kepada kampung halamannya. Ini yang menjadikan jalan-jalan setiap mudik lebaran penuh sesak oleh mobil, motor dan kendaraan pribadi. Karena mereka ingin menunjukkan kesuksesannya di daerahnya. Ini kultur yang melekat dan harus difahami,” terang Pakde.

Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo juga menyoroti infrastruktur jalan. Kesiapan infrastruktur khususnya jalan harus terus diperhatikan, tidak ada hari tanpa tambal jalan. Di transportasi laut tidak ada masalah yang berarti karena masyarakat sudah lebih banyak menggunakan transportasi udara.

Ia berharap, ke depan perlintasan kereta api agar diberi penjaga palang pintu kereta api. Jika hal tersebut tidak bisa direalisasi bisa dibuat penerangan lampu sebagai tanda sebelum melintas. Untuk transportasi darat, Pakde Karwo meminta kepolisian agar setiap titik rawan kemacetan diberi CCTV sehingga dapat dipantau dengan cepat. “Kami mengapresiasi jajaran Polda Jatim yang telah memiliki layanan untuk mengkontrol kemacetan. Ke depan, dengan menambah CCTV, setiap titik kemacetan dapat segera di tindaklanjuti,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan dan LLAJ, Jatim siap melayani dan mengangkut sebanyak 131.055 penumpang mudik dan balik gratis tahun 2014. Kesiapan angkutan tersebut terlihat dari sebanyak 550 unit angkutan bus yang dipersiapkan dapat menampung 40.750 penumpang, 3 unit kapal laut yang mengangkut 6.400 penumpang serta 16 kereta api dengan 7 rute tujuan dapat mengangkut 83.905 penumpang.

Selain itu, guna mengurangi kepadatan lalu lintas jalan khususnya roda dua, Dishub juga menyiapkan 10 truk pengangkutan untuk sepeda motor di lima jurusan dengan total unit sebanyak 500 unit motor bisa diangkut.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: