SURABAYA (bangsaonline)-Banyak tenaga kerja di Jawa Timur yang belum mendapat jaminan perlindungan sosial. Ini diutarakan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, saat acara Customer Gathering Kantor Wilayah Jawa Timur BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan, di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (14/3) malam.
Sejak dicanangkan Jamsostek Persero menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014 sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, yang telah menjadi peserta mencapai 21.913 perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 1.246.570 pekerja/buruh. Sedangkan di sektor informal jumlah tenaga kerja yang menjadi peserta berjumlah 96.225 pekerja/buruh.
“Saat ini perusahaan sektor formal di Jawa Timur berjumlah 34.244 perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 2.702.439 pekerja/buruh.Sedangkan disektor informal lebih banyak lagi jumlahnya. Jadi masih banyak tenaga kerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial,” ujarWakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvin G Masasyamengatakan bahwa sejak PT Jamsostek (Persero) berkiprah selama 36 tahun dan bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaanyang Berbadan Hukum Publik sejak 1 Januari 2014, mempunyai asset sebesar Rp 153 triliun, untuk investasi sebesar Rp 149 teriliun. Pertumbuhan pada lima tahun terakhir mencapai 150 persen. 10 persen hasil investasi yaitu sebesar Rp 14,8 triliun dikembalikan kepada peserta.
Sasaran adalah tidak hanya pekerja formal, tetapi juga informal. Saat ini jumlah peserta untuk tingkat nasional sebanyak 15,2 juta sedangkan target tahun 2014 mencapai 15,2 juta. Target sampai dengan 2018 mampu mengcover80 persen naker yang ada yaitu dari jumlah 40 juta naker formal dan 70 juta naker informal.




