
TUBAN (bangsaonline) - Disaat bulan puasa hingga jelang lebaran, dipastikan stok beras di Tuban-Bojonegoro aman, meski diperediksai akan ada peningkatan pemakaian dan harga. Namun jumlah stok yang dimiliki Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum-Bulog) Sub Devisi Regional (Sub Drive) V Tuban-Bojonegoro terhitung cukup aman.
Kepala Bulog Sub Drive Tuban-Bojonegoro Evdal menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan jumlah stok dan harga beras yang tidak stabil pada saat bulan puasa atau jelang lebaran. Meskipun biasanya sembako ataupun makanan yang lain memiliki harga cenderung naik, akan tetapi untuk beras beda. Pasalnya, saat ini stok dalan dgudang tersebut telah menyimpan banyak beras. Selain itu, dengan keberadaan petani yang masih panen dipastikan akan menambah stok jumlah beras di gudang. Sehingga dijamin stok beras untuk kebutuhan di dua kabupaten pantura ini tergolong aman.
"Sedangkan kalau masalah harga juga bakalan sama, alias stabil. Hal itu dipengaruhi karena persedian beras di gudang yang masih ada dan jumlah pasokan dari para petani juga ada," katanya, Rabu (16/7/2014).
Evdal berani menjamin stok dan harga beras yang stabil pada saat bulan puasa dan jelang lebaran. Sebab, saat ini Bulog Sub Drive Tuban-Bojonegoro memiliki sekitar 84.045 ton. Sedangkan kebutuhan perbulan untuk masyarakat miskin dan kebutuhan reguler sebanyak 1.500 ton. Sehingga banyaknya persedian dengan pengeluaran, dipastikan bisa mencukupi kebutuhan selama bulan puasa dan hingga lebaran.
"Jumlah stok beras saat ini cukup aman, apalagi ditambah sebagian petani masih ada yang panen, sehingga dipastikan bisa memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga lebaran," ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk masalah harga dipastikan juga tidak terlalu naik dan dimungkinkan harga seperti biasanya. Sebab, dengan jumlah stok dan persediaan cadangan yang dimiliki, maka dimungkinkan tidak akan mempengaruhi harga beras yang biasanya cenderung naik.
"Kami juga melakukan pengawasan terhadap harga beras yang berada di pasaran. Hal itu dilakukan, guna antisipasi penjual atau tengkulak yang nakal dalam menggunakan momen. Karena momen puasa dan leberan, biasanya harga beras cenderung dinaikkan," tandasnya.



