
SURABAYA (bangsaonline) - Kabar adanya dugaan tidak prosedural dalam proses rekrutmen dan pengangkatan Direksi PD Pasar terus menggelinding. Walikotapun kabarnya tidak tinggal diam menyikapi dugaan permainan kotor tersebut. Sehubungan dengan itu, Walikota Tri Rismaharini mengambil langkah tegas dengan merencakan melakukanaudit terkait rekrutmen dan pengangkatan direksi PD Pasar Surya. Perintah orang nomor satu di Pemkot Surabaya untuk mengaudit tersebut mendapat respon positif dari DPRD Surabaya.
Walikota dinilai cepat tanggap dengan persoalan yang ada di BUMD yang mengurusi perpasaran di Surabaya tersebut. Audit itu sendiri bertujuan untuk menyelamatkan masa depan PD Pasar Surya. Karena jika rekrutmen dilakukan di luar ketentuan akan membahayakan manajerial PD Pasar Surya sendiri.
Perintah audit dari Walikota ini sebelumnya diakui olehKabag Perekonomian Pemkot Surabaya, Khalid. Walikota sudah mengetahui kabartentang proses rekrutmen dan/pengangkatan Direksi PD Pasar Surya yang dinilai oleh para karyawan kurang transparan. Karyawan lantas membuat surat pengaduan tertanggal 1 Juli lalu kepada Walikota dan Ketua DPRD Surabaya.
"Saya sangat mendukung jika audit itu betul-betul dilakukan. Termasuk untukrekrutmen atau seleksi direksi PD Pasar Surya ini diulang sejak awal. Harus dilakukan secara transparan dan panitia seleksinya diganti jika ditemukan kesalahan," tegas Ketua DPRD Surabaya, Moch Machmud, Rabu (16/7).
Bagaimanapun untuk perekrutan ini dilakukan dengan menggunakan uang negara sebesar Rp 250 juta. Untuk itu tidak bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan main-main.
"Anggaran yang dipakai itu jumlahnya tidak sedikit sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan baik dan sesuai ketentuan," tandas Machmud.
Bila nantinya hasil audit yang diminta walikota kemudian ditemukan kesalahan, Machmud mengusulkan agar ada reformasi di tubuh PD Pasar Surya. Artinya harus ada orang yang bertanggung jawab terkait masalah ini. "Jadi harus dikenai sanksi yang tegas untuk orang-orang yang bersalah," ujarnya.
Kabarnya para karyawan sangat mendukung jika ada reformasi di PD Pasar Surya. Karena disinyalir PD Pasar Surya sendiri kinerjanya dinilai kurang bagus oleh DPRD Surabaya. Bahkan sejak Dirut PD Pasar Surya dipegang Karyanto Wibowo ini belum ada pembangunan pasar baru atau renovasi yang dilakukan. Padahal kondisinya mendesak dilakukan untuk menghadang gempuran pasar modern yang menyerbu semua penjuru kota saat ini.
Untuk diketahui beberapa hari yang lalu, karyawan PD Pasar Surya mengirim surat kepada walikota dan ketua DPRD Surabaya. Isinya mereka mengeluhkan proses pengangkatan Direktur Pembinaan Pedagang, Nurul Azza dan Direktur Teknik , Zandy Ferryansah.
Pada proses pengiriman lamaran via pos, dua nama itu tidak ada. Namun tiba tiba kedua dinyatakan lolos seleksi administrasi dan ikut ujian psikotes.
Adapun Zandy juga dikenal sebagai anak pejabat teras di Pemkot Surabaya yang tidak lain adalah Hadi Siswanto Anwar, Asisten II Sekota Surabaya.
Selain itu Zandy juga tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik.Padahal jabatan yang dipegangnya adalah Direktur Teknik.
Sebenarnya selain Zandy Ferryansah masih ada nama lain yang masuknya ke PD Pasar Surya dipertanyakan karyawan. Dia adalah Patria Widyastuti, anak dari Emanuel Sudjatmiko yang dikenal sebagai staf ahli walikota. Patria diterima di PD Pasar Surya tahun 2014 sebagai Kasubag Hukum.



