BOJONEGORO (bangsaonline) - Siswa kelas satu, dua, dan tiga SDN Purwosari I di Desa/Kecamatan Purwosari Bojonegoro terpaksa belajar di dalam ruangan kelas yang kondisinya rusak dan nyaris ambruk. Siswa juga merasa kurang nyaman belajar lantaran kondisi ruangan kelas penuh sesak.
Dua ruang kelas yakni ruang kelas dua dan tiga kondisinya rusak. Ruang kelas dua dindingnya terlihat retak dan mengelupas di sana-sini. Cat dindingnya terlihat sudah kusam. Coretan pensil dan pulpen juga tampak mengotori dinding ruang kelas berukuran sekitar tujuh meter x enam meter tersebut.
Sementara itu, plafon atap ruang kelas dua itu banyak yang jebol dan copot. Selain itu, kayu penyangga ruangan kelas juga terlihat sudah lapuk. Meski begitu, ruangan ini ditempati secara bergantian oleh siswa kelas dua dan kelas satu. Siswa kelas satu sebanyak 41 siswa dan siswa kelas dua sebanyak 44 siswa.
Ruang kelas tiga juga tidak jauh berbeda. Dinding ruangan ini terlihat banyak yang retak dan kusam. Atap ruangan kelas juga terlihat bolong-bolong. Ruangan ini juga tampak pengap dan sesak saat ditempati sebanyak 43 siswa kelas tiga.
Salah satu siswa yang menempati ruangan itu, Muhamamd Nurdiono (10) mengatakan, atap yang rusak itu sudah lama tetapi belum diperbaiki. Ia mengaku khawatir jika sewaktu-waktu atapnya ambrol dan menimpa para siswa. "Apalagi kalau saat hujan, gentengnya juga bocor,” tutur Nurdiono.
Sebelumnya memang pernah terjadi kejadian siswa yang tertimpa plafon yang ambrol saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Siswa yang tertimpa plafon itu Ariya Friko. Akibat tertimpa plafon itu kepalanya terluka dan dilarikan ke Puskesmas Purwosari. Ia mendapatkan beberapa jahitan di kepalanya. Kini Ariya Friko sudah duduk di kelas enam.
Kepala SDN Purwosari I Kasiyati menuturkan, kondisi ruang kelas dua dan kelas tiga itu memang sudah memprihatinkan. Menurut dia, ruangan kelas itu sebetulnya sudah tidak layak untuk ditempati kegiatan belajar-mengajar.
Kasiyati mengatakan, pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro terakhir menjanjikan pembangunan satu unit ruang kelas SDN Purwosari I pada Juni lalu. Namun, ia membuat pernyataan penolakan dan disampaikan pada Bupati Bojonegoro, Suyoto. Ia meminta agar dua unit ruang kelas yang dibangun dan bukan satu ruangan saja.
"Jumlah murid SDN Purwosari I ini cukup banyak yakni 234 anak. Tetapi ruang kelasnya cuma lima. Semestinya pembangunan ruangan kelas di sekolah ini mendapatkan prioritas. Kalau ruang kelasnya rusak dan pengap, tentu tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar," tuturnya.




