
GRESIK (bangsaonline) - Ada cara tersendiri yang dilakukan SMANU (Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama) I Gresik untuk menggembleng siswa didik barunya agar menjadi anak berkarakter yang berlandaskan Aswaja (ahlussunah wal jamaah). Rutusan siswa baru yang sedang lakuan MOPS (masa orientasi pelajar sekolah) digembleng agar mengenal ajaran-ajaran ahlusunnah wal jamaah yang diajarkan oleh ulama assalafus safilin (ulama-ulama NU terdahulu).
"Kami tanamkan keaswajaan agar anak-anak didik kami benar-benar mengenal dan memahami ajaran keaswajaan yang sudah dijalankan oleh pendahulu-pendahulu kami," kata Wakasek (Wakil Sekolah) Kesiswaan SMANU I Gresik, Agus Syamsudin disela-sela memberikan wejangan Aswaja kepada sekitar 300 siswa didik baru, di aula SMANU I Gresik, Kamis (17/7/2014).
Menurut Agus, menanamkan ilmu keaswajaan kepada anak didik itu sangat penting. Sebab, ilmu tersebut akan menjadikan bekal mereka untuk menapaki hidup kedepan. Sehingga, mereka dalam menjalankan aktivitas tidak akan menyimpang dari koridor-koridor yang digariskan oleh ajaran-ajaran keaswajaan. "Jadi apapu mereka nanti, dimana pun mereka nanti berada, Insya Allah kalau sudah memiliki bekal keaswajaan yang kuat, mereka tidak akan menyimpang dari tataran yang telah digariskan," tutur Agus.
Materi-materi yang diajarkan mulai dari soal ubudiyah (ibadah), amaliyah (aktivitas, pekerjaan), dan lainnya. kata Agus, jika siswa sejak dini (kecil) sudah ditanamkan ilmu keaswajaan, maka kemungkinan besar mereka kelak kalau sudah dewasa, sudah menjadi orang besar atau bekerja dimanapun mereka tidak akan menyimpang dari ajaran-ajaran yang telah mereka pegang. "Maka sangat penting ilmu keaswajaan itu diajarkan kepada anak sejak kecil," jelasnya.
Pada kesempatan itu, orang tua siswa juga didatangkan untuk ikut serta dalam pembekalan ilmu keaswajaan dan renungan. Dalam renungan tersebut, para pendidik memberikan arahan kepada para siswa didik baru soal betapa pentingnya seorang anak berbakti kepada orang tuanya. Karena mereka tidak pernah memiliki pamrih mendidik anak-anaknya, menyekolahkan anak-anaknya agar kelak menjadi orang yang lebih baik, lebih berhasil dan lebih sukses dari orang tua mereka.
Renungan ini membuat para siswa didik baru sangat terenyuh. Para siswa banyak yang menangis karena haru. Mereka pun saling berangkulan dengan orang tua mereka masing-masing yang sengaja didatangkan pihak SMANU I Gresik agar bisa secara langsung melihat sebagian proses belajar mengajar di SMANU I Gresik.



