
TUBAN (bangsaonline) - Terjangkitnyademam berdarah (DB) pada belasan warga di Tuban membuat Dinas Kesehatan Tuban melakukan fogging dan sosialisasi pencegahan deman berdarah ke sejumlah tempat yang dianggap rawan terjangkit DB. Seperti pemukiman padat penduduk dan perkotaan.
"Kami melakukan foging di beberapa titik rawan, karena bulan lalu sudah ada yang meninggal akibat terjangkit DB," ujar Kepala Dinas Kesehatan Tuban dr Syaiful Hadi, Kamis (21/8/20134).
Menurutnya, kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu. "Rencananya besok (hari ini, red) kami akan fogging dan berikan sosialisasi di Kelurahan Sukolilo. Karena disitu padat penduduknya," lanjut Syaiful.
Dijelaskan Syaiful, meski saat ini bukan musim penghujan dan tidak ada genangan air untuk digunakan berkembang biak dan bersarang, namun daerah perkotaan dan pemukiman padat penduduk tetap cukup rawan dan perlu diwaspadai dengan penyakit demam berdarah.
Syaiful juga mengungkapkan, penyebaran DB sebenarya tidak hanya bersifat lokal dari daerah sarang nyamuk. Akan tetapi, nyamuk yang menyebabkan DB tersebut bisa berasal dari daerah lain, dengan melalui proses transportasi yaitu nyamuk menempel dikendaraan kemudian terbang di wilayah lain.
" Kalau melihat sejarahnya, masuknya nyamuk DB ke Indonesia berawal dari kapal yang sebelumnya bersandar di India masuk kesini (Indonesia) membawa nyamuk itu. Begitu juga jenis transportasi lain, aktifitas transportasi di Tuban yang ramai tidak menutup kemungkinan dihinggapi nyamuk dari daerah luar yang kemudian lepas di sini dan mengigit warga,' tandas pria jebolan UNAIR ini.
Syaiful mengimbau pada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan melaksanakan gerakan pencegahan dengan 3 M, yaitu menutup, mengubur, dan menguras. "Menutup penampungan air, mengubur barang bekas dan menguras penampungan air secara rutin. Selain itu laporkan jika di lingkungan terdapat warga yang mengalami gejala demam berdarah, agar petugas dapat lagsung mengidentifikasi selanjutnya dilakukan semprot foging dilingkungan tersebut," pungkasnya.



