Pasca Dilantik Tak Ada Kegiatan, Anggota DPRD Surabaya Bingung

Pasca Dilantik Tak Ada Kegiatan, Anggota DPRD Surabaya Bingung

SURABAYA (bangsaonline) - Empat hari pasca dilantik situasi di gedung DPRD Surabaya tak ada agenda kegiatan yang pasti. Karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk, ruangan Komisi, Badan Legislasi, Badan Kehormatan yang letaknya di lantai dua tampak lengang.

Aktifitas anggota dewan baru periode 2014 – 2019 lebih banyak terlihat di lantai dasar. Namun demikian, tak banyak aktifitas yang mereka lakukan. Seolah-olah para wakil rakyathasil pemilu legislatif 2014 kebingungan, karena dalam beberapa hari ini mereka hanya terlihat mondar-mandir dan sebagian hanya duduk-dudk di ruang fraksi masing-masing.

Anggota FPDIP Adi Sutarwiyono mengakui kalau para anggota dewan tampak seperti kebingungan. Pasalnya, mereka belum terbagi dalam komisi dan kelengkapan dewan lainnya.

“Beberapa hari ini kegiatannya ya seperti ini, karena pimpinan belum definitif, belum ada tatib dan kelengkapan dewan jugabelum terbentuk,” tuturnya.

Sementara, Anggota FPDIP lainnya Agustin Poliana mengatakan, selama alat kelengkapan dewan belum terbentuk pihaknya melakukan rapat di internal fraksi.

“Vakum sih enggak, kita masing-maing koordinasi di maisng-masing fraksi,” katanya.

Anggota dewan yang menjabat selama empat periode ini mengaku, dalam rapat fraksi pihaknya materi tata tertib yang akan dibuat dengan mengacu pada tatib lama. Ia mengatakan, untuk mempercepat terbentuknya alat kepengkapan dewan, pimpinan dewan sementara telah mengundang fraksi-fraksi agar mereka segera menetapkan pimpinan fraksi. Setela pimpinan fraksi ditetapkan, akan ditindaklanjuti dengan pembentukan pansus tata tertibdewan.Tetapi kendalanya, hingga saat ini dari delapan fraksi, tiga fraksi yang belum ada keputusan siapa ketua fraksinya.

“Tiga fraksi masih nunggu DPP siapa ketua fraksinya,” ujarnya.

Setelah tata tertib terbentuk akan dilakukan penentuan pimpinan dewan. Jika PDIP telah menentukan Ir. Armudji sebagai pimpinan dewan, tinggal menunggu definitif pimpinan dewan dari partai politik lainnya.

Sedangkan, Vinsensius AW, anggota Fraksi Handap (Hanura, Nasdem dan PPP) mengakui banyaknya kekosongan waktu. Ia mengharapkan, semestinya anggota dewan yang baru mendapatkan orientasi dahulu.

“Harusnya kita mendapatkan pemahaman anggota dewan dulu apa saja yang sudah dihasilkan, PR nya apa?” tegasnya.

Selama ini, menurutnya belum banyak yang bisa dilakukan para anggota dewan, karena pimpinan dan alat kelengkapan dewan belum terbentuk.

“Kalau semua sudah terbentuk kita tinggal mengalir aja,” ujar Bos Furniture.

Untuk mengisi longgarnya waktu, para anggota dewan intens melakuikan pertemuan internal. Ia mengungkapkan, Fraksi Handap telah membagi delapan orang anggotanya untuk duduk di alat kelengkapan dewan.

“Kita sudah siapkan orang untuk duduk di komisi A,B,C, d dan sebagainya,” katanya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Pasca Dilantik Tak Ada Kegiatan, Anggota DPRD Surabaya Bingung