BOJONEGORO
(BangsaOnline) – Nahas menimpa,
Rahmat Satrio Wahono (4), siswa kelas A Taman Kanak-kanak (TK) Bustanul Athfal
Al-Fajar Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Bocah yang akrab
disapa Rio itu tewas terlindas ban belakang pikap
saat mencoba naik di bak belakang.
Saksi mata di lokasi kejadian, Atik (33) menjelaskan, siswa yang beralamat di
Desa Balenrejo Kecamatan Balen itu awalnya bermain bersama tiga temannya saat
jam istirahat sekitar pukul 09.30 Wib, di halaman sekolahan setempat. Beberapa
saat kemudian mobil pikap S 8754 UD yang bermuatan material datang di kompleks
sekolahan untuk menurunkan material.
"Saat mobilnya hendak mencari posisi untuk menurunkan material, bocah itu
(Rio) sedang naik di bak belakang, tapi
naasnya dia terjatuh dan terlindas ban mobil," jelas Atik saat ditemui di
tempat sekolah korban, Kamis (4/9/2014).
Korban terlindas ban belakang pikap yang dikemudikan, Djazuli 32, warga Bulaklo
Kecamatan Balen, Bojonegoro. Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia di Tempat
Kejadian Perkara (TKP). Korban juga mengalami luka cukup parah dibagian bahu
kiri dan kepala korban akibat terlindas ban kanan pikap.
Menurut saksi, saat terlindas pikap, tidak ada satu pun orang yang mengetahui,
meski banyak sekali para ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya sekolah, termasuk
ibunya Rio, Vera (25). Bahkan supirnya pun
tidak mengetahui jika ban belakang mobilnya melindas korban.
"Hanya saya yang tahu saat Rio terlindas
ban, saya juga sudah berteriak dengan keras tetapi tidak ada yang tahu, baru
beberapa menit ibu-ibu mengetahui dan menolong korban," jelasnya.
Mengetahui korban terlindas ban pick up, sejumlah ibu-ibu dan warga sekitar
semburat menuju TKP untuk melakukan evakuasi, dibantu warga, polisi yang datang
di TKP mengangkat jasad Rio yang masih
terlindas ban pikap bagian kanan. Selanjutnya korban di bawa ke RSUD Sumberejo,
Bojonegoro untuk keperluan otopsi.
"Hasil medis, korban mengalami luka cukup parah di kepala, selain itu bahu
kiri korban juga mengalami patah tulang, korban murni meninggal dunia karena
kecelakaan," jelas Kapolsek Balen, AKP Soesilo Teguh Priyono.
Usai di lakukan pemeriksaan di RS, korban selanjutnya dibawa kerumah duka untuk
dilakukan pemakaman. Suasana duka menyelimuti kedatangan korban di rumahnya. Tampak
keluarga dan sejumlah guru TK Al-Fajar sangat berduka melihat jenazah Rio.



