Dia mengakui Lakeisha dan Keinan sangat dekat dekan dua asisten itu. "Sedih juga ditinggal mudik, tapi gimana lagi mereka kan punya keluarga dan harus berlebaran di kampung, duh pasti indah ya, lebaran di kampung," ujar prsohor ini.

Keseruan lainnya saat mengantar baby sister ke Probolinggo, tepatnya Kecamatan Lumbang daerah yang sangat dekat dengan Gunung Bromo. Emil dan Arumi dengan senang hati berjalan kaki hingga 300 meter menyusuri jalan makadam demi menemani sang asisten sampai ke rumah. Ini karena lokasi rumah yang tak bisa diakses mobil.
Hal senada diungkapkan Emil. "Ini agenda pribadi, kami udah anggap mbak-mbak ini keluarga sendiri kok. Jadi sekalian jalan sama anak-anak biar bisa lebih akrab lagi dengan saudara-saudara di Tuban juga Probolinggo," tutur Emil.
Tak ada kecanggungan saat sampai di rumah Siti di daerah Kerek. Mereka langsung duduk lesehan, bercengkrama dan foto bersama. Lakeisha malah memilih duduk dipangkuan Ayu.
"Kayaknya berat tuh Keisha ninggalin Mbak Ayu," goda Arumi sambil tersenyum.
Emil disambut luar biasa, tak hanya keluarga Ayu dan Siti tapi juga juga warga sekitar.
Yang menarik, meski ini agenda pribadi tak ada jadwal kampanye, kehadiran Emil malah dimanfaatkan warga Kerek dan warga Tuban lainnya untuk menyapa dan berdialog. "Senang pastinya, biasanya cuma lihat di televisi terutama waktu debat, dan kami suka sekali gaya debat dan penguasan Mas Emil akan data dan materi, kita makin mantap dukung Bu Khofifah Emil" ujar Budianto, warga setempat.
Emil pun dengan senang hati berdiskusi dadakan dan lesehan sekaligus ia minta restu warga.
Beragam hal ditanyakan warga mulai soal infrastruktur hingga kelangkaan pupuk. Seperti biasa dengan runtut dan bernas Emil menjawab tiap pertanyaan warga yang dianggukan setuju dan tepuk tangan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




