GRESIK,BANGSAONLINE.com - Ratusan guru non-K2 di Kabupaten Gresik mengepung gedung DPRD setempat, Kamis (13/9). Sambil mengusung sejumlah spanduk dan poster, mereka menagih janji Pemkab dan DPRD yang sebelumnya menyatakan akan menaikkan insentif tahun ini menjadi Rp 500 ribu per bulan.
Miftahul Khoir, salah satu orator mengungkapkan bahwa aksi tersebut digelar karena nasib guru non-K2 saat ini sangat menyedihkan. "Mereka sudah mengajar hingga puluhan tahun, namun honor yang mereka dapatkan cuma antara Rp 150-300 ribu. Jangan dholimi kami. Perhatikan nasib kami pahlawan tanpa tanda jasa," katanya.
"Mana buktinya insentif guru non-K2 naik jadi 500 ribu?," cetusnya.
Dia lantas mempertanyakan alasan bahwa insentif tersebut belum bisa dinaikkan karena perubahan Peraturan Bupati (Perbup) belum diteken oleh Bupati Sambari. "Masak tinggal teken saja tak diteken-teken perbupnya," tegasnya.
Hal yang sama disampaikan Syaiful, pendemo lainnya. Menurutnya, gaji guru non-K2 di Gresik yang saat ini jumlahnya mencapai 1.300 orang sangat tak layak. "Mereka selama bekerja puluhan tahun hanya menerima honor antara Rp 150 ribu per bulan. Paling tinggi kami hanya dikasih insentif 350 ribu per bulan. Honor itu jauh dari cukup," paparnya.
"Janji (menaikkan insentif, red) satu tahun sampai sekarang belum ada. Ada apa ini? Tunjukan kinerja sampean pak DPRD," pintanya.
"Kami mengecam kinerja Bupati Gresik yang hanya bisa membangun proyek, tapi nasib guru non-K2 tak diperhatikan," tandasnya.
Sementara Makruf, pendemo lain mengungkapkan bahwa sempat ada intimidasi dari pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Kepala Sekolah sebelum para guru melakukan demo ke DPRD. "Kami ditakut-takuti akan dicepat, dan diintimidasi," katanya. (hud/rd)




