UKM Harus Perbaiki Kemasan Produknya

SURABAYA(bangsaonline)-

Semakin dekatnya era perdagangan bebas ASEAN yakni 2015, Pemerintah pusat melalui Kementrian Hukum dan HAM RI terus mensosialisasikan pentingnya mendaftarkan merk dan perbaikan kemasan produknya. Hal ini diungkapkan Dra Sri Lastami ST M.IP, Kasubid Promosi Dirjen HAKI Kemenhuk dan HAM RI, saat acara “sosialisasi HKI dalammendukung pengembangan ekonomi kreatif bagi UKM/IKM” di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (20/03) siang.

“Sekarang ini ada trend, produk-produk dari UKM baik di Jatim maupun di Indonesia lainya, HKI nya atau juga merknya didaftarkan oleh orang lain. Sehingga si pemilik produk malah membayar royalti ,” ungkap Sri Lastami.

Menurut Sri Lastami, masalah ini muncul karena para UKM tidak terlalu memikirkan pentingnya mendaftarkan HKI dan Merk produknya. Padahal sebentar lagi produk produk Negara ASEAN dan Negara lainya bakal segera menyerbu Indonesia.

“Saat ini tempe loh sudah di daftarkan HKI nya oleh Jepang. Terus beberapa produk budaya kita juga sudah di daftarkan sebagai hak milik orang lain. Padahal semua tahu bila produk-produk itu sudah lama menjadi budaya Indonesia,” tuturnya.

Berdasarkan data GAPMMI, saat ini serbuan produk makanan dan minuman ASEAN ke Indonesia adalah import makanan dan minuman sebesar 46,26 persen dari lima negara yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina dan Vietnam.

“Ini kan ironis. Negara kita Negara Agrari, tapi makanannya import dari Negara lain. Singapura yang tidak memiliki sumber daya alam malah jadi Negara terkaya di ASEAN. Indonesia masih tetap menjadi Negara miskin,” terangnya.

Sri Lastami memberikan tips untuk UKM/IKM supaya bisa bersaing produknya di pasar bebas nantinya. Yakni selain mendaftarkan merk juga memperbaiki tampilan kemasan.

“Sekarang ini untuk pasar menengah ke atas, harga bukan persoalan. Tapi kemasan dan kualitas produk. Contohnya di Bandung. Orang jualan beras dikemas dengan kemasan yang bagus. Hasilnya, bisa menembus pasar eropa. Bahkan makanan olahan jambu mentenya sangat ditunggu-tunggu orang disana,” ungkapnya.


UKM Harus Perbaiki Kemasan Produknya