SURABAYA (BangsaOnline) - Investor Proyek Pasar Turi Baru nampaknya menggunakan segala cara untuk meyakinkan khalayak bahwa pembangunan proyek telah selesai. Padahal, kenyataanya bangunan yang direncanakan berlantai sembilan tersebut belum selesai.
Hal ini terlihat dari kegiatan soft launcing pasar turi dengan tema sukuran pada Jumat (10/10/2014) dengan mengundang seluruh pedagang yang sudah membayar stan.
Namun, kenyataanya beberapa pedagang yang telah lunas membayar dan mengambil kunci belum bisa berjualan karena stan belum siap.
"Mana mas, banyak teman teman pedagang gak bisa masuk. Lampunya aja belum ada gimana jualanya," kata Fredi yang mengaku memiliki dua stan dan berjualan pompa air ini.
Sementara itu, Jenny mengaku dirinya memang berniat berjualan karena mendapat undagan dari Investor agar segera digunakan stan yang sudah dibeli. Namun, pihaknya yang mendapat stan di lantai Ground (Dua), tidak bisa menggunaka karena belum ada listrik.
"Listrik aja tidak ada, mana mungkin bisa jualan. Padahal saya sudah lunas," katanya.
Terkait hal ini, Humas PT Gala Bumi Perkasa, Ady Samsetyo mengatakan Sebanyak 3800 stand di Pasar Turi Baru sudah selesai pengerjaannya dan siiap diserahkan kepada para pedagang untuk ditempati.
Dengan penyerahan stand tersebut, diharapkan para pedagang yang sudah menunggu sekian tahun untuk berdagang bisa kembali beraktifitas berdagang.
"Hari ini sudah bisa diserahkan sebanyak 3800 stand kepada para pedagang. Dengan begitu sekarang bisa memulai aktifitas perdagangan. Kami berharap saling support sehingga pasar turi kembali bisa menjadi ikon Surabaya," ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut, Dirut. PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan, CEO PT Gala Bumi Perkasa, James Baster serta para pedagang yang akan memasuki standnya.
Dipaparkan Jamhadi, sekarang ini Pasar Turi bukan lagi tempat berdagang seperti pasar tradisional. Kondisinya layaknya pasar modern
"Fasilitas di dalam pasar full ac dan escalator sudah trial. Namun menunggu beberapa saat lagi agar lebih nyaman. Lantai memakai granit. Jadi kami harap para pedagang juga merubah pola perdagangannya," jelasnya.
Selain itu, saat ini Pasar Turi Baru juga dilengkapi esxalator berjumlah 54 unit. Sedangkan yang dulu sebanyak 26 unit. Tidak hanya itu, juga dipasang lift yang memudahkan pengunjung untuk berbelanja.
Sedangkan lahan parkir mampu menampung sekitar 14 ribu kendaraan roda 4 dan 6000 kendaraan roda 2.
Terkait keamanan utamanya dalam hal kebakaran, Humas Pasar Turi Baru, Ady Samsetyo menandaskan bahwa pihaknya dengan cermat telah mengatur hal itu.
"PMK bisa mengitari seluruh gedung sehingga lebih aman. Bila ada asap maka PMK-nya langsung bisa terhubung dan hydrant juga tersedia," tuturnya.
Sementara itu, terkait proses pembangunan mendapat sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pihaknya tak mau mengomentari karena bukan yang berwenang.
"Kalau itu bukan wewenang saya. Gak ada hubunganya KPK dengan Pasar Turi karena tidak menggunakan uang negara," tambah Ady.



