Kerajinan Akar Jati Bojonegoro Tembus Pasar Ekspor

Kerajinan Akar Jati Bojonegoro Tembus Pasar Ekspor

BOJONEGORO (bangsaonline)

Dulu Kabupaten Bojonegoro dikenal mempunyai hutan jati yang luas dan produk kayu jati dengan kualitas bagus. Namun maraknya penebangan hutan secara liar dan penggundulan hutan mengakibatkan produksi kayu kian menipis. Kini mencari kayu jati yang berukuran besar dan berumur tua sangat sulit sekali.

Namun sisa-sisa kejayaan hutan jati di Bojonegoro itu dapat ditemui di kawasan Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Perajin di desa ini memanfaatkan limbah akar kayu jati dari kawasan hutan di Bojonegoro diolah menjadi bermacam kerajinan yang bernilai tinggi. Produk kerajinan limbar akar kayu jati ini bukan hanya dipasarkan di pasaran lokal saja melainkan telah merambah ke mancanegara.

Perajin limbah akar kayu jati ini berada di sisi kiri dan kanan jalan raya jalur Bojonegoro-Ngawi. Hampir setiap rumah di tepi jalan membuat kerajinan limbah akar kayu jati ini. Akar kayu jati berukuran kecil hingga besar terlihat menumpuk di depan rumah. Selain itu, produk limbah akar kayu jati yang sudah jadi juga tampak dipajang di galeri atau teras rumah.

Para perajin juga terlihat sibuk di rumah kerajinannya masing-masing. Mereka ada yang sibuk memotong akar kayu jati, membuat kursi, meja, atau peralatan rumah tangga lainnya dari akar kayu jati. Ada pula yang tampak sibuk menghaluskan produk akar kayu jati yang sudah jadi.

Produk kerajinan limbah akar kayu jati ini sangat diminati kolektor di luar negeri. Namun sayang para perajin di Margomulyo ini tidak langsung mengeskpor hasil kerajinannya ke luar negeri melainkan melalui perantara pemasok lokal dari daerah di luar Bojonegoro.

Menurut Ketua Paguyuban Perajin Limbah Akar Jati AjiDesa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Yuli Winarno, produk kerajinan akar kayu jati ini memang disukai di luar negeri. Produk kerajinan yang dihasilkan oleh 65 perajin ini beragam mulai kursi bar, meja makan, dan juga bermacam peralatan rumah tangga.

"Produk kerajinan limbah akar kayu jati ini dikirim ke Amerika Serikat, Australia, Korea, Taiwan, Malaysia, dan India," ujarnya, Selasa (14/10).

Ia mengatakan, setiap bulan sedikitnya ada 100 truk produk kerajinan limbah akar kayu jati ini yang dikirim ke luar negeri. Itu belum termasuk produk kerajinan dari perajin di luar paguyuban yang juga dikirim ke luar negeri.

Menurutnya, pengiriman produkkerajinan limbah akar jati ke berbagai negara di luar negeri dilakukan para pedagang dari luar daerah antara lain dari Jepara, Yogyakarta dan Bali. Mereka membeli produk kerajinan akar kayu jati dari para perajin di Margomulyo lalu dijual kembali ke luar negeri.

Selain dari tangan pemasok, ada beberapa pembeli dari luar negeri yang datang langsung ke sentra industri kerajinan limbah akar jati ini. "Tetapi penanganan pengiriman barang melalui pelabuhan di Surabaya dilakukan pedagang lokal," ujarnya.

Untuk harga produk kerajinan di desa ini, para perajin mematok harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Misalnya kursi bar, meja bar, sofa, berkisar Rp150.000 sampai Rp500.000 dan hanya kerajinan tertentu yang khusus seperti sofa besar harganya bisa mencapai Rp5 juta.

Tingginya minat konsumen dari mancanegara membuat para perajin ini mencari stok bahan baku limbah akar kayu jati hingga ke luar daerah. Tak hanya mencari akar jati di lokal Bojonegoro tetapi juga ke Nganjuk, Madiun, Tuban, juga Blora Jawa Tengah.

Hal ini karena stok bahan akar jati lokal sudah mulai menipis. Selain itu, perajin juga menyiasati kerajinan akar jati dengan memanfaatkan sisa-sisa kayu dengan menempelkannya. Para perajin optimistis kerajinan akar jati di desa setempat masih akan mampu bertahan cukup lama meskipun stok akar jati mulai berkurang.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kerajinan Akar Jati Bojonegoro Tembus Pasar Ekspor