GRESIK (bangsaonline) - Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) yang melakukan pemantauan pelaksanaan kampanye tersebut memberikan pada kampanye terbuka DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik untuk daerah pemilihan (Dapil) 1, Jumat (20/3/2014).
Sebab, anak-anak dibawah umur masih dilibatkan dalam kampanye dapil ini yang meliputi Kecamatan Gresik-Kebomas di Jalan Notoprayitno.
Apalagi, anak-anak tersebut menggunakan atribut dari calon legislatif (caleg) maupun partai politik (parpol).
Kendati sudah diperingatkan, tetapi orang tua dari anak-anak yang diajak menghadiri kampanye terbuka tetap mokong tak melepas kaos yang dikenaikan anak-anak.
Akhirnya, anggota Panwascam dari Kebomas dan Gresik yang mendatangi setiap anak-anak untuk melucuti atribut peraga kampanye tersebut.
"Ayo, kaosnya dicopot. Anak-anak tidak boleh pakai kaos caleg dan partai,"ujar Ketua Panwascam Gresik, Agus Chumaidi yang mendatangi anak-anak kecil untuk rmelepaskan bajunya.
Namun, Panwascam yang terjun ke lapangan tidak bertindak arogan. Bagi anak-anak kecil yang tidak membawa baju ganti, mereka hanya disuruh untuk mencopot dan membalik kaos yang dipakai supaya alat peraga kampanye tidak tampak menyolok.
"Kalau dilucuti semua, kasihan. Anak-anak bisa masuk angin karena tidak memakai baju. Cukup dibalik saja," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik Jazilul Fawaid dalam orasi politiknya menyatakan, pembangunan di Gresik terjadi misorientasi karena hasilnya hanya debu yang mencemari lingkungan.
Selain itu, dia menyoroti industrialisasi di Gresik hanya menjadikan anak muda Gresik sebagai penonton dari pembangunan industri yang digembar-gemborkan oleh penguasa pada Pemkab Gresik.
"Industri di Gresik harus diisi anak-anak Gresik sendiri. Kenyataannya, pengangguran masih tinggi. Saya khawatir, anak-anak Gresik jadi penonton saja," tandasnya.




