Takut Dikeroyok, Sopir Bus Maut Sembunyi Dekat TKP Kecelakaan

KEDIRI (BangsaOnline) - Teguh Harianto Supir bus PO Harapan Jaya yang menjadi daftar pencarian orang (DPO ) akhirnya menyerahkan diri ke Polres Kediri Kota, Jumat (17/10/2014).

Kepada polisi, Teguh berdalih takut dikeroyok massa sehingga sembunyi di dekat tempat kejadian perkara, di kawasan Jalan Raya Bungurasih, Waru Sidoarjo.

‪

Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Budi Setiono saat menjemput tersangka, membenarkan penyerahan diri yang dilakukan oleh Teguh. "Benar sopir bus yang melarikan diri usai terjadi kecelakaan yang menewaskan tujuh orang tersebut saat ini ada di ruang Pidum Polres Kediri Kota," tegas Budi.

AKP Budi menjelaskan, kasus kecelakaan tersebut proses hukumnya akan dilakukan di Sidoarjo. Budi juga mengatakan bahwa selama pelarianya tersangka tidak kemana-mana dan hanya sembunyi di daerah Sidoarjo. 

Tersangka mengaku dirinya melarikan diri karena takut dikeroyok oleh warga usai kejadiann tersebut. "Dia sembunyi didaerah TKP dan tidak kemana-mana. Dari pengakuanya dia takut dikeroyok," ujarnya.

Budi juga menambahkan, sopir tersebut juga mengaku kesakitan dengan luka yang dideritanya selama bersembunyi, sehingga dia menyerahkan diri setelah dianggapnya keadaan tenang.

Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, sebelumnyamemang tersangka sempat bersembunyi di luar kota. Tetapi, polisi melakukan pendekatan dengan keluarganya, dan setelah dibujuk akhirnya yang bersangkutan menyerahkan diri ke polisi. "Setelah kita lakukan pendekatan pada keluarganya, baru dia menyerahkan diri dengan diantarkan keluarganya," ungkapnya.

Untuk diketahui Teguh Hariyanto, warga Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, menjadi buron polisi setelah melarikan diri usai busnya mengalami kecelakaan tunggal di jalan Raya Bungurasih, Waru Sidoarjo, Senin (13/10/2014) dan mengakibatkan tujuh penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.