MALANG(BangsaOnline) Santri bersama warga merayakan pelantikan Joko Widodo sebagai presiden
ke-7 Republik Indonesia dengan pesta minum kopi. Sebanyak 1.002 gelas
kopi disediakan sebagai jamuan digelar di pelataran warung sebelah timur
Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Masyarakat hadir
dalam jamuan ini bersuka cita menikmati kopi sebagai wujud menyambut
pemimpin baru. Doa bersama mengawali pesta jamuan ala rakyat ini,
disusul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
KH Thoriq bin
Ziyad penggagas jamuan minum kopi ini menuturkan, jika minum kopi sudah
menjadi tradisi rakyat Indonesia. Dan Joko Widodo kini menjadi nomor
satu di tanah air merupakan sosok pemimpin yang merakyat.
"Kami
pun merayakan pelantikan bapak presiden ke-7 dan wakil presiden dengan
minum kopi bersama," ujar Thoriq di Pondok Pesantren Babussalam, Desa
Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Senin (20/10/2014)
malam.
Sementara bagi penikmat kopi, lanjut dia, sajian khas
nusantara ini diyakini dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi,
khususnya seseorang yang giat bekerja keras.
"Kopi juga sebagai pengingat dari semua pekerjaan yang akan dijalankan," sambung ketua Malang Seduluran Institute tersebut.
Pria
yang akrab disapa Gus Thoriq ini juga berharap akan lahirnya Hari Minum
Kopi Nasional nantinya. Sebagai momentum membangun keakraban seluruh
elemen bangsa dibawah kepemimpian Presiden Joko Widodo dan Wakil
Presiden Jusuf Kalla.
"Bukan saya yang menggagas. Tapi rakyat
Indonesia, akan lahir Hari Minum Kopi Nasional. Pada tanggal 20 di bulan
10 jam 20.00 WIB " tuturnya.
Makna dari tanggal, bulan dan jam
tersebut, kata dia, jika angka nolnya dihilangkan maka akan tinggal ada
angka 2+1+2 = 5, yang artinya Pancasila.




