2014, Bisa Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

NEW YORK (bangsaonline)

Tahun 2014 bisa jadi menjadi tahun terpanas. Hal ini direalese ahli meteorologi, berdasarkan catatan panas global.

National Oceanic and Atmospheric Administration mengumumkan, pagi tadi, bulan lalu panas dunia dunia rata-rata 60,3 derajat Fahrenheit (15,72 derajat Celcius). Ini menjadi catatan terpanas, sepanjang sejarah pencatatan suhu bumi, sejak 135 tahun lalu, yaitu pada tahun 1880.

Bulan ini, menjadi rekor keempat bulanan untuk tahun ini, bersama dengan Mei, Juni dan Agustus.

NASA, yang mengukur suhu, juga mengeluarkan pernyataan hampir sama. Sembilan bulan pertama 2014 memiliki suhu rata-rata global 58,72 derajat (14,78 derajat Celcius). Demikian rilis dari Pusat Data Iklim Nasional NOAA di Asheville, NC

"Ini sangat mungkin bahwa 2014 akan memecahkan rekor tahun terpanas,” kata NOAA ilmuwan iklim Jessica Blunden.

Alasannya melibatkan El Nino, pemanasan Samudera Pasifik tropis yang mempengaruhi cuaca di seluruh dunia. Pada tahun 1998, di mana suhu mulai dikenal cukup ekstrem, disebabkan karena badai El Nino. Tapi kemudian bahwa El Nino menghilang dan suhu sedikir menurun menjelang akhir tahun.

”Memang tahun ini tidak ada badai El Nino, tapi perkiraan menyebut, hingga akhir tahun, bisa jadi suhu bumi akan terus meningkat,” kata Blunden.

Rekor terpanas sebelumnya dirauh tahun 1995, 1997, 1998, 2005 dan 2010. "Ini adalah salah satu dari banyak indikator bahwa perubahan iklim tidak berhenti dan terus menjadi salah satu isu paling penting yang dihadapi umat manusia," kata University of Illinois ilmuwan iklim Donald Wuebbles.

Lebih parah lagi, muncul prediksi bahwa panas bumi akan semakin meningkat. “Disertai dengan gelombang panas dan kekeringan di mana-mana,” prediksi Jeff Masters, Direktur Meteorologi untuk perusahaan swasta Weather Underground.